Sabtu

#AkuBukanJoko



Dari Twit Fahri Hamzah (Jumat malam, 28/11/2014):
 

1. Boarding #Banjarmasin..from #Yogyakarta

2. Landing banjar by LION

3. Aku ini blusukan naik klas ekonomi juga dan hanya masuk twiter...gak masuk TV dan koran...#AkuBukanJoko

4. Kalau punya pesawat dinas aku akan taruh wartawan di belakang semuanya...#AkuBukanJoko

5. Maka hidupku akan jadi cerita rakyat...heboh deh gue...#AkuBukanJoko

6. Tadi di pesawat aku nomor sepuluh...ngantri keluar dan berdesak di bus...#AkuBukanJoko

7. Harusnya kan itu juga jadi cerita ya...orang hanya tersenyum..."sendirian pak?"..#AkuBukanJoko

8. Lalu turun dan diajak pergi makan bebek...haha..harusnya menarik ya..#AkuBukanJoko

9. Ah...jangan ikut2an sinting lah...#AkuBukanJoko

10. Memanjakan diri dengan rekayasa citra ujungnya jadi bencana...#AkuBukanJoko

11. Bencana bagi diri sendiri dan bencana bagi rakyat banyak...#AkuBukanJoko

12. Kalau popularitas kita tinggi.. Lalu elektabilitas tinggi.. Apa harus jadi presiden? #AkuBukanJoko

13. Bagaimana nanti kalau kapasitas kita ternyata tidak terbukti? #AkuBukanJoko

14. Popularitas pada akhir ya palsu menipu...#AkuBukanJoko

15. Yang asli adalah kapasitas dan penyelesaian masalah..#AkuBukanJoko

16. Pada awalnya dan untuk sementara rakyat terpukau dengan popularitas #AkuBukanJoko

17. Tapi kalau tidak ada solusi dan penyelesaian masalah maka makian akan datang..#AkuBukanJoko

18. Itu yang mengerikan dari permainan demokrasi: karena wibawa pemimpin seperti harga saham. #AkuBukanJoko

19. Wibawa pemerintah diperlakukan seperti perjudian...#AkuBukanJoko

20. Tapi tentu ada yang asli dan ada yang palsu...#AkuBukanJoko

21. Sepertinya aku merasa bahwa akan ada masanya keaslian bertahan...#AkuBukanJoko

22. Pemimpin hanya perlu menjaga agar topengnya jangan kebanyakan...#AkuBukanJoko

23. Maksudnya.. Kita harus tahu batas... Orang yg mengerti batasnya akan selamat... #AkuBukanJoko

24. Kalau kita orang lapangan beneran yang streetsmart maka kita bisa sejak awal mengimajinasi masalah #AkuBukanJoko

25. Maka jabatan tidak perlu dikejar...apalagi dengan alasan "rakyat yg minta". #AkuBukanJoko

26. Rakyat tidak minta kita menjabat tapi rakyat minta kita selesaikan masalah mereka. #AkuBukanJoko

27. Jangan waktu mau jabatan bilang "rakyat yg minta" waktu menjabat bilang "rakyat boros subsidi". #AkuBukanJoko

28. Ini bukan provokasi.. Ini soal publik dan pemimpinnya.. #AkuBukanJoko

29. Demokrasi kita tentu akan semakin matang.. Demokrasi kita akan menjadi harapan..#AkuBukanJoko

30. Suka atau tidak hari ini demokrasi kita masih banyak tipuan...#AkuBukanJoko

31. Selamat malam Borneo.... Aku datang untukmu... #AkuBukanJoko

Rabu

Ultah ke-63, Tim CRW Kopassus Pecahkan Rekor





Dalam perjalanan selama 63 tahun Kopassus telah mengukir sejumlah prestasi. Yang terbaru adalah tim terjun payung Kopassus memecahkan rekor Canopy Relative Work (CRW) kerjasama di udara formasi 18 susun tegak pada 14 April 2015 yang dipimpin oleh Lettu Inf Petrus Paramayudho Prabowo, yang tergabung dalam Persatuan Terjun Payung Angkatan Darat (PTPAD).

Demikian amanat Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo pada upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Korps Baret Merah yang dilaksanakan secara sederhana dengan tidak mengurangi arti dan makna peringatan, Kamis (16/4/2015) di lapangan upacara Makopassus Jakarta Timur.

Selanjutnya, upacara dilaksanakan secara terpisah dengan acara syukuran pada Rabu (29/4/2015) mendatang, karena pada saat bersamaan sedang berlangsung peringatan Konferensi Asia Afrika yang juga membutuhkan keterlibatan Kopassus, khususnya di bidang pengamanan.

Peringatan HUT ke-63 Korps Baret Merah pada tahun ini sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Yaitu mengumpulkan kembali para keluarga besar Korps Baret Merah sesuai dengan tema yang diusung “Silaturahmi Korps Baret Merah dalam rangka mengoptimalkan nilai-nilai kejuangan”.

“Kopassus tidak mungkin ada hari ini tanpa adanya dukungan dan semangat juang yang telah dilakukan oleh para pendahulunya,” kata Danjen Kopassus.

Sebelum mengakhiri amanatnya Danjen Kopassus menekankan untuk meningkatkan kualitas profesionalisme dan kualitas pengabdian untuk bangsa dan negara demi tegak dan kokohnya TNI sebagai tulang punggung negara. Civis pacem para bellum, bila ingin damai harus siap perang, oleh karenanya berlatihlah setiap saat tanpa henti dalam keadaan apapun dan bagaimanapun serta siap memenuhi panggilan ibu pertiwi. @sita


Autentikasi
Mayor Inf Achmad Munir 





Source: http://www.lensaindonesia.com/2015/04/17/ultah-ke-63-tim-crw-kopassus-pecahkan-rekor.html

Sudut Pandang "GEJE" Menteri Keuangan RI





Nggak habis pikir saya baca berita ini. Menteri Keuangan kok bicara pelemahan mata uang negaranya sendiri pake sudut pandang pedagang valas?

"Dolar Tembus Rp13.000 Bikin Pemerintah Untung, Ini Sebabnya"
(Detikcom: http://finance.detik.com/read/2015/03/10/144756/2854575/4/dolar-tembus-rp-13000-bikin-pemerintah-untung-ini-sebabnya)

 

Bambang menyebut pemerintah justru untung dari setiap pelemahan rupiah. Setiap pelemahan rupiah Rp100/US$ bisa menyebabkan surplus anggaran negara sebesar Rp2,3 triliun.

"Kita alami surplus Rp2,3 triliun setiap pelemahan kurs Rp100/US$. Tapi jangan dibilang pemerintah cari untung," ujarnya.


Setiap kali rupiah melemah, lanjut Bambang, maka penerimaan negara dari migas atau pertambangan yang dalam bentuk dolar AS akan naik ketika dikonversikan ke rupiah.

Hancur benar kita dengan cara pandang seperti ini.


Seberapa pun Dollar yang kita terima sebagai buah usaha Negara, itu tidak serta merta menjadi surplus jika dirupiahkan. Mengapa?


Sederhana jawabannya: karena duit jenis ini tidak bisa dikonversi. Duit itu tetap akan disebut Dollar. Bukan Rupiah. Dan nilainya tetap sama, tidak mengalami perubahan sepeser pun. Bingung?


Begini. Pemerintah adalah "bendahara" dari semua uang yang dimiliki Negara. Baik itu dalam bentuk Rupiah, Dollar, Ringgit, Riyal, Yen, Euro, Poundsterling, dll... Termasuk di dalamnya semua uang yang dipegang rakyat dan perusahaan swasta dalam negeri.


Jika Pemerintah menerima buah usaha dalam bentuk Dollar, ambil contoh menerima 100 juta Dollar bersih, maka nilai itu tetap harus disebut 100 juta Dollar, bukan 100 juta dikalikan nilai kurs saat itu. Salah kalau di-rupiah-kan. Mengapa?


Kalau tahun lalu kurs (misalnya) 11 ribu rupiah per 1 Dollar, lalu tahun ini menjadi 12 ribu, maka duit 100 juta Dollar tahun lalu bernilai 1,1 Trilyun dan duit 100 juta Dollar tahun ini bernilai 1,2 Trilyun. Ada selisih 100 juta rupiah... Ya, ada selisih 100 JUTA RUPIAH. Duit selisih ini dari mana??? Sekonyong-konyong turun dari langit??? Enggak!!! Itu duit dari kantong sebelah! Dari kantong sendiri. Alias, itu hanya sekedar perhitungan bahwa ada selisih nilai sebesar 100 juta rupiah. Duitnya sendiri sebenarnya tidak ada.


Jadi, kuncinya adalah: Kalau berdiri sebagai Negara, kita tidak bisa menganggap ada untung atas penerimaan dalam bentuk Dollar (dan mata uang asing lainnya), jika uang tersebut dikonversi ke mata uang kita. Karena, fisik uang rupiah dalam sistem keuangan Negara tidak bertambah sama sekali.


Kecuali kalau kita berdiri sebagai pemain valuta asing. Setiap selisih naik adalah surplus. Kalau sebagai Negara, setiap selisih bukanlah surplus.


Beda halnya kalau Negara mengikat transaksinya dengan pihak asing dalam bentuk Rupiah. Setiap ada penerimaan (dari luar), berarti uang Negara bertambah banyak. Jika pihak asing kesulitan mendapatkan fisik rupiah, Negara bisa mencetaknya. Kalau dalam bentuk Dollar, itu harus tetap dipandang sebagai Dollar. Tidak bisa serta merta langsung di konversi ke dalam Rupiah. Lalu, kita menganggap ada surplus hanya karena adanya selisih kurs. Besok-besok Dollar melemah, gigit jari kite.



~ Canny Watae

Minggu

Nalar Jokowi Soal Subsidi BBM



Nalar presiden @jokowi_do2 soal subsidi bahaya sekali...siapa yg kasi tahu ya? #SubsidiBBM

Dia bilang tiap hari kita bakar...hangus ratusan trilyun.. #SubsidiBBM

 

Coba kita sebut satu saja kegiatan rakyat memakai BBM yg tidak produktif. #SubsidiBBM
 

Atau sejalan dengan pertanyaan itu: sebut saja satu kelompok masyarakat yg demo minta BBM naik.

Dan pengen lihat @jokowi_do2 datangi kelompok masyarakat yang meng-elukannya akibat cabut #SubsidiBBM.


Jokowi diracuni oleh cara berpikir elit yang egois padahal dia katanya merakyat. #SubsidiBBM


Pertama, kita punya pasal 33 UUD 1945. Pasal inilah yang akan menghalangi elite melakukan liberalisasi pasar. #SubsidiBBM


Sambil tidak pernah memeberitahu cara hitung #SubsidiBBM eh malah naikkan harga.


Pasal 33 itu mandatnya jelas, "mas, ini ada minyak di perut bumi, tolong di ambil buat rakyat ya, jangan jual". #SubsidiBBM


Jadi pada dasarnya BBM itu gratis..seperti air dan udara. Itu roh dari pasal 33. Apa mungkin? #SubsidiBBM


Tentu tidak mungkin (gratis) karena meski BBM adalah "hajat hidup orang banyak" tetap ada "ongkos produksi". #SubsidiBBM


Ongkos produksi inilah yang harus dihitung...secara transparan dan terbuka. #SubsidiBBM

Banyak pakar yang tidak setuju dengan cara menghitung pertamina. Lalu mengusulkan cara lain. #SubsidiBBM


Tapi apapun cara itu...pasti kita akan punya angka yang menunjukkan bahwa definisi #SubsidiBBM ini sungguh meleset.


Masalahnya kita punya pasal 33 tadi...ia tidak saja membatasi kita dari komponen harga pasar dunia. #SubsidiBBM


Pasal 33 juga secara implisit melarang negara berbisnis dengan rakyat sendiri. #SubsidiBBM

Karena itu, daripada muter2 memainkan arti #SubsidiBBM, lebih baik pemerintah berterusterang dan minta maaf.


Bilang saja: "minta maaf karena kami akan menabrak janji kami dalam kampanye pilpres lalu". #SubsidiBBM


Bilang saja bahwa kami perlu uang dan tidak bisa cari di tempat lain kecuali membebani rakyat. #SubsidiBBM


Bilang aja kami terpaksa mencabut kesejahteraan rakyat sebagiannya untuk dibagikan ke sebagiannya. #SubsidiBBM


Dulu PDIP membuat buku berjudul "1001 cara selain menaikkan harga BBM". Bilang aja ternyata gak mampu. #SubsidiBBM


Kejujuran ini akan lebih dihargai karena memang kenyataannya kan pemerintah perlu uang. #SubsidiBBM


Pemerintah kesulitan cari uang di tempat lain Dan uang mudah itu ada di kantong rakyat. #SubsidiBBM


Uang mudah dan murah itu ada di kantong tukang ojek. #SubsidiBBM


Uang mudah dan murah itu ada di kantong 98 juta pengendara motor yg motornya dipakai cari makan. #SubsidiBBM


Uang mudah dan murah itu ada di kantong pengusaha kecil dan Koperasi. #SubsidiBBM


Uang mudah dan murah itu ada di kantong pengusaha angkutan yg terpaksa membebani penumpang. #SubsidiBBM


Kalau pengusaha besar dan elite rasional karena Mobil mereka tidak pakai premium yang harganya naik. #SubsidiBBM


Kalau pengusaha besar dkk tidak keberatan mungkin sebagiannya karena mereka ingin yang kecil gulung tikar. #SubsidiBBM


Pasar, di suatu masa dapat bersekongkol dengan negara menciptakan sadisme dan pembunuhan massal. #SubsidiBBM


Karena itulah kita memerlukan negara yang baik dan dipimpin orang baik tapi harus punya otak. #SubsidiBBM


Mari kita doakan pemimpin kita agar diberikan kecerdasan untuk mengerti kejahatan pasar. #SubsidiBBM


Pak @jokowi_do2 harus punya pembisik yang baik tapi juga cerdas. #SubsidiBBM


Saya agak takut melihat presentasi presiden @jokowi_do2 beberapa kali. #SubsidiBBM


Sepertinya ia tidak sadar menjadi corong pedagang besar. Sejak awal. #SubsidiBBM


Sewaktu kampanye menjadi corong "perasaan rakyat " dan setelah terpilih menjadi corong modal besar. #SubsidiBBM


Sekarang @jokowi_do2 nampak belum fasih. Tapi Saya khawatir jika makin fasih.#SubsidiBBM


Besok setelah ia fasih dan mengatakan "ini pikirannya sendiri" maka selesai sudah. #SubsidiBBM


Presiden @jokowi_do2 adalah pilihan rakyat yang sah dan berjuta harapan dipundaknya. #SubsidiBBM


Mari kita jaga dia pak @jokowi_do2 dari godaan syaiton yang terkutuk. #SubsidiBBM


Mari kita bantu beliau @jokowi_do2 dengan terus mengingatkannya. Sebab pujian akan mematikannya. #SubsidiBBM


Mohon maaf bahasa sy malam ini agak to the point. Sebab ini soal publik. #SubsidiBBM


Penyembah @jokowi_do2 saya mohon tutup kuping dulu. Nanti sakit. #SubsidiBBM


Sahabat @jokowi_do2 yang jujur mari kita kerjasama membantu beliau agar sukses. #SubsidiBBM


Sukses beliau adalah sukses kita semua. #SubsidiBBM


Semoga....




*dari twit @Fahrihamzah (18/11/2014)

Kamis

Kenaikan Harga BBM: Jokowi Vs Prabowo






Para Jokowers berkata, “Kalau Prabowo yang jadi presiden, dia pun pasti menaikkan harga BBM. Bahkan dia pernah berkata akan menaikkan harga BBM jadi Rp12.000. Sedangkan Jokowi cuma Rp8.500. Jadi lebih bagus Jokowi, kan?

Itulah salah satu argumen para Jokowers dalam membela diri.
Maka, berikut saya jelaskan, ya:

1. Penolakan kami terhadap kenaikan harga BBM tak ada hubungannya dengan Prabowo atau siapapun. Jokowi menaikkan harga BBM, maka itulah yang kami lawan.
Memang kalian ini suka banget menghubung-hubungkan hal-hal yang tak perlu dihubungkan!

2. Jika Prabowo yang jadi presiden, dan dia menaikkan harga BBM, maka kami pun pasti menentangnya.
Bagi kalian, Jokowi mungkin seperti nabi yang tak pernah salah dan tak boleh dikritik. Tapi bagi kami, Prabowo adalah manusia biasa yang bisa saja berbuat salah. Kalau dia benar, kami dukung. Kalau dia salah, ngapain juga dibela-bela! Kurang kerjaan amat!

3. Memang ada berita di masa lalu yang menyebutkan Prabowo akan menaikkan harga BBM jika dia jadi presiden. Oke, kita asumsikan saja bahwa berita itu benar.
Maka jika Prabowo jadi presiden, lantas dia menaikkan harga BBM, berarti dia MENEPATI JANJINYA

Betul?

Sedangkan Jokowi?
Dia dulu berkata tak akan menaikkan harga BBM. Tapi ternyata, dia akhirnya menaikkan harga BBM

Artinya, Jokowi INGKAR JANJI.

Itulah bedanya Prabowo dengan Jokowi.

Paham?




~source: http://jonru.com/2014/11/18/kenaikan-harga-bbm-jokowi-vs-prabowo/


Selasa

Sebuah Kontemplasi



Pada suatu malam di bulan Ramadan, di sebuah toko busana Magelang, terjadi percakapan sederhana namun sarat makna antara sekelompok pemuda & pemudi dari suatu komunitas sosial Senyum Community (SC) dan 8 orang anak Panti Asuhan Darul Ilmi (PA).



SC: Ayo kesini, kamu kan sudah milih baju lebaran, sekarang gantian milih sarung yang kamu suka ya!


PA: Iya, tapi maaf kalo minta selain sarung boleh enggak?


SC: Loh, kalo bukan sarung trus pengen apa?


PA: Pengen mukena aja.


SC: Wah, kamu kan laki-laki, mukena itu untuk perempuan lho.


PA: Iya, mukena itu memang untuk perempuan, tapi itu bukan untuk saya kok. 

(Saya cukup dibelikan baju saja udah senang).

SC: Kalo bukan untuk kamu, trus untuk siapa?


PA: Untuk adik perempuan saya. Saya pengen ngasih mukena untuk adik saya pas lebaran nanti.


SC: Jlebbb!!! *speechless*



Sejenak saya (kami) tersentak haru mendengarnya. Terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Sungguh luar biasa seorang kakak yang ingat dan ingin membahagiakan adiknya, meskipun harus 'mengorbankan' kesenangan/haknya.


Semoga cerita sederhana tersebut dapat kita jadikan renungan dan inspirasi untuk lebih 'mau berbagi' dengan sesama. Karena kebahagiaan sesungguhnya itu terlahir ketika kita dapat membahagiakan orang lain.


Salam


@apriliado


Rabu

Membeli Waktu


Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa si Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari. “Aku menunggu Ayah pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?", kata si anak.

“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah segala? Kamu mau minta uang lagi ya?”, jawab si ayah.

“Ah, nggak Ayah, aku cuma pengen tahu aja” kata anaknya.

“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Ayah satu bulan berapa, hayo?”, tanya si ayah. Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman. Ketika si Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, si anak mengikutinya.

“Jadi kalau satu hari Ayah dibayar Rp400.000 untuk 10 jam, berarti satu jam Ayah digaji Rp40.000 dong!”

“Kamu pinter, sekarang tidur ya, sudah malam!”
Tapi si anak tidak mau beranjak.

“Ayah, aku boleh pinjam uang Rp10.000 nggak?”

“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur.”

“Tapi Ayah...”

“Sudah, sekarang tidur!” suara si Ayah mulai meninggi.

Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya. Si Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp30.000. Sambil mengelus kepala si anak, Ayahnya berkata: “Maafin Ayah, ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini, besok kan masih bisa. Jangankan Rp10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan kan?”

“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam, nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”

“Iya, tapi buat apa?” tanya si Ayah.

“Aku menunggu Ayah pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Satu jam saja Ayah, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Ayah. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp30.000. Tadi Ayah bilang, untuk satu jam Ayah dibayar Rp40.000. Karena uang tabunganku hanya Rp30.000 dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp10.000 dari Ayah.”

Si Ayah cuma terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, si Ayah langsung terdiam, ia seketika terharu, kehilangan kata-kata dan menangis. Ia segera merangkul anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada anaknya.

“Maafkan Ayah sayang.” ujar si Ayah.
“Ayah telah khilaf, selama ini Ayah lupa untuk apa Ayah bekerja keras. Maafkan Ayah anakku.” kata si Ayah di tengah suara tangisnya.

Si anak hanya diam membisu dalam dekapan Ayahnya.

Senin

Puisi Habibie (untuk) Ainun



Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu...

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya...
dan kematian adalah sesuatu yang pasti...
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu...

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat...
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi...

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang...

Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang...
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada...
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini...

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang... 
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik...
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, 
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini...

Selamat jalan...
Kau dari-Nya,
dan kembali pada-Nya...
kau dulu tiada untukku,
dan sekarang kembali tiada...
selamat jalan sayang...
cahaya mataku,
penyejuk jiwaku...
selamat jalan...
calon bidadari surgaku...

- HABIBIE -