Senin

Puisi Habibie (untuk) Ainun



Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu...

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya...
dan kematian adalah sesuatu yang pasti...
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu...

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat...
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi...

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang...

Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang...
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada...
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini...

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang... 
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik...
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, 
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini...

Selamat jalan...
Kau dari-Nya,
dan kembali pada-Nya...
kau dulu tiada untukku,
dan sekarang kembali tiada...
selamat jalan sayang...
cahaya mataku,
penyejuk jiwaku...
selamat jalan...
calon bidadari surgaku...

- HABIBIE -

Segelas Susu


Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya.

Akan tetapi, anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya:


"Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?"
Wanita itu menjawab:
"Kamu tidak perlu membayar apapun".
"Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan.


Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: "Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada Anda."


Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.


Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan... Wanita itu sembuh! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.


Akhirnya ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi...


"Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu.."


tertanda, Dr. Howard Kelly.


Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: "Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia".

Sabtu

Bersyukurlah


Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.


Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.


Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.


Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.


Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut.


Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.


Jumat

Kisah Seekor Belalang


Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.

Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya:

“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh?”

Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan:

“Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Bahan Renungan:
Sebagai manusia, tanpa sadar, mungkin kita pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “kotak” itu?

Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Motivational Quotes:
Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.
 

If Not Now, Then When?

Berpikir soal makna kehidupan dan mengapa kita hidup hampir membuat Anda gila karena sampai saat ini pun belum ada yang bisa memberi jawabannya. Namun apakah itu berarti Anda harus menyerah dan tak melakukan apa-apa dengan hidup Anda?
Anda tentu menyadari waktu terus berjalan, jika dulu rambut Anda bagaikan seikat rumput halus, kini tumbuh menjadi gandum nan lebat dan subur. Warna hijaunya sedikit demi sedikit beralih menjadi kekuningan, kemudian kuning dan ranum. Saat mencapai puncak keemasan, apakah Anda akan diam menyembunyikan diri dan menunggu sampai warna emasnya berubah menjadi kecoklatan dan menghitam karena busuk?
Tidakkah Anda ingin menyumbangkan sesuatu dan mengabdikan hidup Anda demi sesuatu yang lebih berarti? Misalnya saja ketika bulir-bulir gandum Anda ranum, Anda membagikannya untuk mereka yang lapar dan membutuhkan. Hal kecil yang Anda lakukan tadi setidaknya membuat Anda merasa lebih berarti, ketimbang menunggu sampai batang gandum menjadi coklat, hitam dan kemudian busuk.
Atau mungkin Anda pernah naik taksi, ketika Anda masuk ke dalam taksi argometer langsung dijalankan. Saat Anda bingung menentukan tujuan dan tak tahu harus ke mana, si argo tetap berdetik dan nominal terus bertambah. Dan ketika Anda sudah tahu akan pergi ke mana, argo juga berdetik sama seperti saat Anda diam tadi. Sama-sama bayar dan mengeluarkan kocek, Anda bisa memilih, mengeluarkan kocek untuk kemudian menghasilkan sesuatu atau tanpa menghasilkan apa-apa.
Berdiam atau melakukan sesuatu, waktu akan terus berlalu. Dan Anda bebas memilih, tetap diam dan menunggu sampai bulir gandum Anda membusuk atau membagikan bulir emas Anda pada orang lain. Tak hanya sekedar mengejar prestise diri, namun menjadi gandum yang berarti.
Berdiam di dalam taksi dan membiarkan argo tetap berjalan, dan membayar nomimal yang muncul di layar argo, namun tetap di tempat Anda semula. Dalam artian Anda rugi karena tak melakukan apa-apa namun harus membayar. Atau menuju ke tempat tujuan dan membayar sesuai nominal, dan sampai di tujuan Anda.
Well, kenapa harus membuat Anda bingung. Let's do something! Sesuatu yang menurut Anda akan membuat hidup Anda lebih berwarna. Kalau bukan sekarang kapan lagi?

(c) Agatha Yunita - KapanLagi

Senin

Pada Sebuah Bisik

daun baru saja mengering
gamang mengakhiri musim
terselip kenangan
pekat di ujung bibir

kemarin lukanya telah mengering
menatap pedih bersebelah lalu
setia mengiring sakit
tanpa memaling luka

baru saja menantimu
perih juga mengering
senyap berkawan secawan airmata
enggan berpaling dari parasmu

menatap dalam hening:gejolak rindu
menyesaki setiap perjalanan
memetakanku jalan pulang
dalam catatan usang tak bertepi

gemetar kehilangan
selaksa tanya
tingkap pengertian

hembusan nafasmu
tawari sekuntum bunga tidur
pada tanya harga selembar daun untuk mengukir masa?
:keriput saat cinta mengejaku menjadi makna

Aja Dumeh

Aja dumeh mujudake pitutur luhur warisane para leluhur lan pinisepuh kang ngemu teges supaya jalma manungsa utawa titah sewantah anggone nglakoni penguripane ana ing alam donya ora ngendelake aji mumpung. Dumeh, mujudake kahanan kajiwan kang njalari sawijining pawongan nggunakake kesempatan (aji mumpung) kanggo kepentingane dhewe tanpa ngelingi sak padhane urip. Kesempatan kasebut ing ndhuwur bisa maujud drajat, pangkat, bandha donya, panguwasa, ilmu linuwih, kebagusane rupa lan liyane.

Ing donya Eropa utawa dunia barat uga nduweni sanepa “power tends to corrupt” kang nduweni teges yen kuwasa bisa njalari wong kang nyekel kuwasa kuwi nylewengake kekuwasaane kanggo kepentingane pribadhi lan ngianati marang wong kang ngamanati.

Wong urip mono kudu tansah eling marang kang nitahake urip ing alam donya, kudu tansah mawas marang sangkan paraning dumadi. Seko ngendi bibit kawite urip, ana ngendi saiki dumunung lan papan ngendi kang tembene bakal dituju. Kahanan kang bisa direngkuh ora kena njalari lali marang kodrate minangka kawulane Gusti. Kanthi mengkono sifat aja dumeh bisa njalari wong tansah eling marang asal-usule, sahengga ora nglali yen apa kang diduweni mung minangka titipan utawa amanate kang gawe urip. Sikep ini bisa nyurung supaya manungsa tansah nyukuri peparingane Gusti, kanthi nggunakake peparingane mau kanggo nyengkuyung kewajibane minangka khalifahe Gusti ing alam donya, kang nduweni kewajiban memayu hayuning bawana.

Kahanan urip kang dilakoni manungsa kena digambarake kaya dene cakramanggilingan utawa rodha kreta, kang ana sakperangane rodha sakwijining wektu mapan ing dhuwur nanging ing kala wektu liyane ganti mapan ing ngisor. Urip mujudake ganti gumiliring nasib. Mula saka kuwi nalikane wong lagi nduweni nasib kang apik ora kena gumedhe lan umuk marang sak padha-padha lan nalikane ngalami nasib kang ala uga aja nglokro utawa mutung.

Kadangkala wong urip diparingi kanikmatan kang tanpa kinira. Ana ing kahanan iki pitutur aja dumeh trep banget kanggo diamalake. Wong kudu tansah syukur lan uga kudu loma marang sak padhaning urip, ora kena umuk lan gumedhe nanging kudu tansah bisa sakmadya lan andhap asor.

Ana uga kahanane urip kang lagi diparingi pacoban nganti kadangkala wong sing rumangsa ora kuwat nglakoni kahanan mau nduweni panganggep yen donyane wis kiamat. Ngadepi kahanan mengkene, manungsa kudu tansah pasrah sumarah marang kang gawe urip lan sabar anarima ing pandum. Manungsa kudu nduweni keyakinan yen pacoban mau uga mujudake wujud katresnane Gusti kanggo nggembleng manungsa supaya tatag lan tanggon anggone nglakoni uripe.

Aja dumeh ngajarake manungsa tansah mawas diri lan nduweni keyakinan kang kuat menawa urip ing alam donya iki mung sakwetara mampir ngombe. Kabeh lelakone urip mujudake proses kang ora langgeng lan kabeh bakale dijaluk pertanggungjawabane mbesuk ing alam akherat.
Sifat utawa watak aja dumeh bisa diwedhar kanthi pitutur kayadene:

1. Aja dumeh kuwasa, tumindake daksura lan daksiya marang sakpadha-padha.
2. Aja dumeh pinter, banjur tumindak keblinger.
3. Aja dumeh sugih, banjur tumindak lali marang wong ringkih.
4. Aja dumeh menang, tumindake sak wenang-wenang.
5. Aja dumeh bagus, banjur gumagus.
6. Aja dumeh ayu, banjur kemayu, lan sakpiturute.

“Nyawa mung gaduhan, bandha donya mung sampiran”, mengkono pituture para winasis. Kanthi mengkono sejatine manungsa urip ing alam donya ora duwe apa-apa. Kayadene nalika dilahirake manungsa ora nggawa apa-apa, semono uga mengko yen wis tumeka titi wancine sowan ing ngarsa Gustine uga ora sangu apa-apa. Dadi apa kang bisa diumukake manungsa?

Pitutur Luhur Jawa

Aja sira deksura, ngaku luwih pinter tinimbang sejene. Aja rumangsa bener dhewe, jalaran ing donya iki ora ana sing bener dhewe.
Janganlah congkak, merasa lebih pandai daripada yang lain. Jangan merasa engkau yang paling benar, sebab di dunia ini tidak ada yang paling benar.

Aja semangkeyan rumangsa dadi wong sugih, nuli lali marang wong tuwane, jalaran iku ateges ora mikani Pangeran.
Jangan sok merasa menjadi orang kaya, sehingga melupakan orang tuanya sendiri, sebab hal yang demikian ini sama dengan tidak mengakui kebesaran Tuhan.

Aja melik darbeking liyan. Aja cidra ing janji. Aja kumalungkung. Aja kumingsung.
Jangan menghendaki (secara tak sah) kepunyaan orang lain. Jangan mengingkari janji. Jangan merasa lebih dari yang lain. Jangan merasa benar dan paling berkuasa sendiri.

Aja gawe serik atining liyan. Aja ngumbar hawa nafsu, mundhak sengsara uripe.
Jangan suka menyakiti hati orang lain. Jangan melampiaskan hawa nafsu secara tak terkendali, jika tidak ingin sengsara hidupnya.

Aja lali marang kebecikaning liyan. Lan aja lali uga marang panggawe becik, jalaran panggawe becik iku minangka dalane mulyanira.
Jangan lupa akan kebaikan orang lain. Dan jangan sampai lupa untuk berbuat baik sebab hanya lewat perbuatan yang baik itu dapat menemukan jalan menuju kemuliaanmu.

Tuna satak bati sanak.
Rugi uang tidak apa yang penting dapat saudara.