Minggu

Strategi "Busuk" Politik: Play Victim




Pernah dengar Play Victim atau Playing Victim?  
Mungkin jarang diketahui banyak orang kali ya? Baiklah ini adalah penjelasan sedikit tentang play victim.        

Strategi Play Victim adalah seolah-olah dirinya sebagai korban yang selalu di dzolimi, ditindas, mau dibunuh, minoritas, tidak boleh ngapa-ngapain dan membuat seakan-akan mereka orang yang paling menderita di muka bumi ini sehingga dia akan mendapat simpati orang lain yang kasihan sama dia.   

Tujuan lain Play Victim adalah mengarahkan opini orang lain agar menyalahkan seseorang atau suatu kelompok yang seakan-akan menjadi penyebab di balik semua kemalangan si tokoh victim player yang seakan-akan dia orang baik yang tertindas orang jahat.          

Licik kan? 
Ya! 
Itulah strategi busuk memanfaatkan kebodohan orang yang mau tertipu mentah-mentah isu yang menyebar. Biasanya menggunakan media sebagai alat penyebar isu ini.   

Saat orang bersimpati kepadanya, dia akan membuat pengembangan sebesar-besarnya dan sebebas-bebasnya bahkan melakukan pelanggaran hanya untuk mencapai tujuannya. Tentu saja hal ini tidak akan dicurigai oleh orang-orang yang bersimpati kepadanya, karena dia selalu dianggap orang baik yang jadi korban.         

Dalam politik dunia, cara licik ini digunakan oleh orang-orang yahudi untuk mencari simpati dunia, mereka seakan-akan tertindas dan dibantai habis sampai-sampai mau punah karena peristiwa "The Holocaust". Dunia pun bersimpati, apa yang terjadi? Justru merekalah yang melakukan penindasan di negara-negara tetangga mereka, merebut kursi-kursi pemerintahan di berbagai negara, mengeruk keuntungan dari gurita perekonomian mereka, mengendalikan politik negara lain lewat lobby-lobby mereka, mengintervensi negara lain, menjajah, dan mendapatkan sumbangan yang diperoleh dengan cara paksa (baca: merampok).             

Di kita, saat kita mendekati pemilu (Pilpres, Pilgub / Pilkada), tahukah Anda, strategi Play Victim ini juga ada yang menggunakannya untuk menjadi pemenangnya lho...      

Dia membuat seolah-olah dirinya korban, bisa korban pemerintahan masa lalu, disadap, mau dibunuh, keluarganya diancam, diskriminasi minoritas, black campaign yang menjurus SARA padanya, dan lain sebagainya.              

Dan dia tenang-tenang saja.
Loh, kok bisa? 
Bisa dong, karena dia tahu memang tim dialah pelaku penyebar isu itu!
Hehehe... :D



#RuangIhsan, edited.


Senin

Sebuah Pilihan: Ujian Masa Kini


Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api (KA). Jalur yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur kedua sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang masih aktif.

Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Pada saat itu, Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain? Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?

Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil. Pikirkan baik-baik jawaban Anda dan setelah yakin dengan jawaban Anda, baru teruskan membaca ke bawah.

@apriliado

Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak. Ini adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disahkan baik secara moral maupun emosional. Namun, sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang sudah tidak aktif berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yang aman. Disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.

Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut. Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang berbahaya telah dikesampingkan. Dan bahkan mungkin kita tidak akan menyesalkan kejadian tersebut.

Seorang teman yang mem-forward cerita ini berpendapat bahwa dia tidak akan mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif. Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat. Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas karena dia tidak pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut.

Disamping itu, alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman. Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.

Kita harus sadar bahwa hidup ini penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar. Satu lagi yang perlu diingat, dalam masyarakat kita sekarang ini sesuatu yang benar tidak selalu disukai dan sesuatu yang disukai tidak selalu benar.

Salam

Sabtu

#AkuBukanJoko



Dari Twit Fahri Hamzah (Jumat malam, 28/11/2014):
 

1. Boarding #Banjarmasin..from #Yogyakarta

2. Landing banjar by LION

3. Aku ini blusukan naik klas ekonomi juga dan hanya masuk twiter...gak masuk TV dan koran...#AkuBukanJoko

4. Kalau punya pesawat dinas aku akan taruh wartawan di belakang semuanya...#AkuBukanJoko

5. Maka hidupku akan jadi cerita rakyat...heboh deh gue...#AkuBukanJoko

6. Tadi di pesawat aku nomor sepuluh...ngantri keluar dan berdesak di bus...#AkuBukanJoko

7. Harusnya kan itu juga jadi cerita ya...orang hanya tersenyum..."sendirian pak?"..#AkuBukanJoko

8. Lalu turun dan diajak pergi makan bebek...haha..harusnya menarik ya..#AkuBukanJoko

9. Ah...jangan ikut2an sinting lah...#AkuBukanJoko

10. Memanjakan diri dengan rekayasa citra ujungnya jadi bencana...#AkuBukanJoko

11. Bencana bagi diri sendiri dan bencana bagi rakyat banyak...#AkuBukanJoko

12. Kalau popularitas kita tinggi.. Lalu elektabilitas tinggi.. Apa harus jadi presiden? #AkuBukanJoko

13. Bagaimana nanti kalau kapasitas kita ternyata tidak terbukti? #AkuBukanJoko

14. Popularitas pada akhir ya palsu menipu...#AkuBukanJoko

15. Yang asli adalah kapasitas dan penyelesaian masalah..#AkuBukanJoko

16. Pada awalnya dan untuk sementara rakyat terpukau dengan popularitas #AkuBukanJoko

17. Tapi kalau tidak ada solusi dan penyelesaian masalah maka makian akan datang..#AkuBukanJoko

18. Itu yang mengerikan dari permainan demokrasi: karena wibawa pemimpin seperti harga saham. #AkuBukanJoko

19. Wibawa pemerintah diperlakukan seperti perjudian...#AkuBukanJoko

20. Tapi tentu ada yang asli dan ada yang palsu...#AkuBukanJoko

21. Sepertinya aku merasa bahwa akan ada masanya keaslian bertahan...#AkuBukanJoko

22. Pemimpin hanya perlu menjaga agar topengnya jangan kebanyakan...#AkuBukanJoko

23. Maksudnya.. Kita harus tahu batas... Orang yg mengerti batasnya akan selamat... #AkuBukanJoko

24. Kalau kita orang lapangan beneran yang streetsmart maka kita bisa sejak awal mengimajinasi masalah #AkuBukanJoko

25. Maka jabatan tidak perlu dikejar...apalagi dengan alasan "rakyat yg minta". #AkuBukanJoko

26. Rakyat tidak minta kita menjabat tapi rakyat minta kita selesaikan masalah mereka. #AkuBukanJoko

27. Jangan waktu mau jabatan bilang "rakyat yg minta" waktu menjabat bilang "rakyat boros subsidi". #AkuBukanJoko

28. Ini bukan provokasi.. Ini soal publik dan pemimpinnya.. #AkuBukanJoko

29. Demokrasi kita tentu akan semakin matang.. Demokrasi kita akan menjadi harapan..#AkuBukanJoko

30. Suka atau tidak hari ini demokrasi kita masih banyak tipuan...#AkuBukanJoko

31. Selamat malam Borneo.... Aku datang untukmu... #AkuBukanJoko

Rabu

Ultah ke-63, Tim CRW Kopassus Pecahkan Rekor





Dalam perjalanan selama 63 tahun Kopassus telah mengukir sejumlah prestasi. Yang terbaru adalah tim terjun payung Kopassus memecahkan rekor Canopy Relative Work (CRW) kerjasama di udara formasi 18 susun tegak pada 14 April 2015 yang dipimpin oleh Lettu Inf Petrus Paramayudho Prabowo, yang tergabung dalam Persatuan Terjun Payung Angkatan Darat (PTPAD).

Demikian amanat Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo pada upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Korps Baret Merah yang dilaksanakan secara sederhana dengan tidak mengurangi arti dan makna peringatan, Kamis (16/4/2015) di lapangan upacara Makopassus Jakarta Timur.

Selanjutnya, upacara dilaksanakan secara terpisah dengan acara syukuran pada Rabu (29/4/2015) mendatang, karena pada saat bersamaan sedang berlangsung peringatan Konferensi Asia Afrika yang juga membutuhkan keterlibatan Kopassus, khususnya di bidang pengamanan.

Peringatan HUT ke-63 Korps Baret Merah pada tahun ini sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Yaitu mengumpulkan kembali para keluarga besar Korps Baret Merah sesuai dengan tema yang diusung “Silaturahmi Korps Baret Merah dalam rangka mengoptimalkan nilai-nilai kejuangan”.

“Kopassus tidak mungkin ada hari ini tanpa adanya dukungan dan semangat juang yang telah dilakukan oleh para pendahulunya,” kata Danjen Kopassus.

Sebelum mengakhiri amanatnya Danjen Kopassus menekankan untuk meningkatkan kualitas profesionalisme dan kualitas pengabdian untuk bangsa dan negara demi tegak dan kokohnya TNI sebagai tulang punggung negara. Civis pacem para bellum, bila ingin damai harus siap perang, oleh karenanya berlatihlah setiap saat tanpa henti dalam keadaan apapun dan bagaimanapun serta siap memenuhi panggilan ibu pertiwi. @sita


Autentikasi
Mayor Inf Achmad Munir 





Source: http://www.lensaindonesia.com/2015/04/17/ultah-ke-63-tim-crw-kopassus-pecahkan-rekor.html

Sudut Pandang "GEJE" Menteri Keuangan RI





Nggak habis pikir saya baca berita ini. Menteri Keuangan kok bicara pelemahan mata uang negaranya sendiri pake sudut pandang pedagang valas?

"Dolar Tembus Rp13.000 Bikin Pemerintah Untung, Ini Sebabnya"
(Detikcom: http://finance.detik.com/read/2015/03/10/144756/2854575/4/dolar-tembus-rp-13000-bikin-pemerintah-untung-ini-sebabnya)

 

Bambang menyebut pemerintah justru untung dari setiap pelemahan rupiah. Setiap pelemahan rupiah Rp100/US$ bisa menyebabkan surplus anggaran negara sebesar Rp2,3 triliun.

"Kita alami surplus Rp2,3 triliun setiap pelemahan kurs Rp100/US$. Tapi jangan dibilang pemerintah cari untung," ujarnya.


Setiap kali rupiah melemah, lanjut Bambang, maka penerimaan negara dari migas atau pertambangan yang dalam bentuk dolar AS akan naik ketika dikonversikan ke rupiah.

Hancur benar kita dengan cara pandang seperti ini.


Seberapa pun Dollar yang kita terima sebagai buah usaha Negara, itu tidak serta merta menjadi surplus jika dirupiahkan. Mengapa?


Sederhana jawabannya: karena duit jenis ini tidak bisa dikonversi. Duit itu tetap akan disebut Dollar. Bukan Rupiah. Dan nilainya tetap sama, tidak mengalami perubahan sepeser pun. Bingung?


Begini. Pemerintah adalah "bendahara" dari semua uang yang dimiliki Negara. Baik itu dalam bentuk Rupiah, Dollar, Ringgit, Riyal, Yen, Euro, Poundsterling, dll... Termasuk di dalamnya semua uang yang dipegang rakyat dan perusahaan swasta dalam negeri.


Jika Pemerintah menerima buah usaha dalam bentuk Dollar, ambil contoh menerima 100 juta Dollar bersih, maka nilai itu tetap harus disebut 100 juta Dollar, bukan 100 juta dikalikan nilai kurs saat itu. Salah kalau di-rupiah-kan. Mengapa?


Kalau tahun lalu kurs (misalnya) 11 ribu rupiah per 1 Dollar, lalu tahun ini menjadi 12 ribu, maka duit 100 juta Dollar tahun lalu bernilai 1,1 Trilyun dan duit 100 juta Dollar tahun ini bernilai 1,2 Trilyun. Ada selisih 100 juta rupiah... Ya, ada selisih 100 JUTA RUPIAH. Duit selisih ini dari mana??? Sekonyong-konyong turun dari langit??? Enggak!!! Itu duit dari kantong sebelah! Dari kantong sendiri. Alias, itu hanya sekedar perhitungan bahwa ada selisih nilai sebesar 100 juta rupiah. Duitnya sendiri sebenarnya tidak ada.


Jadi, kuncinya adalah: Kalau berdiri sebagai Negara, kita tidak bisa menganggap ada untung atas penerimaan dalam bentuk Dollar (dan mata uang asing lainnya), jika uang tersebut dikonversi ke mata uang kita. Karena, fisik uang rupiah dalam sistem keuangan Negara tidak bertambah sama sekali.


Kecuali kalau kita berdiri sebagai pemain valuta asing. Setiap selisih naik adalah surplus. Kalau sebagai Negara, setiap selisih bukanlah surplus.


Beda halnya kalau Negara mengikat transaksinya dengan pihak asing dalam bentuk Rupiah. Setiap ada penerimaan (dari luar), berarti uang Negara bertambah banyak. Jika pihak asing kesulitan mendapatkan fisik rupiah, Negara bisa mencetaknya. Kalau dalam bentuk Dollar, itu harus tetap dipandang sebagai Dollar. Tidak bisa serta merta langsung di konversi ke dalam Rupiah. Lalu, kita menganggap ada surplus hanya karena adanya selisih kurs. Besok-besok Dollar melemah, gigit jari kite.



~ Canny Watae

Minggu

Nalar Jokowi Soal Subsidi BBM



Nalar presiden @jokowi_do2 soal subsidi bahaya sekali...siapa yg kasi tahu ya? #SubsidiBBM

Dia bilang tiap hari kita bakar...hangus ratusan trilyun.. #SubsidiBBM

 

Coba kita sebut satu saja kegiatan rakyat memakai BBM yg tidak produktif. #SubsidiBBM
 

Atau sejalan dengan pertanyaan itu: sebut saja satu kelompok masyarakat yg demo minta BBM naik.

Dan pengen lihat @jokowi_do2 datangi kelompok masyarakat yang meng-elukannya akibat cabut #SubsidiBBM.


Jokowi diracuni oleh cara berpikir elit yang egois padahal dia katanya merakyat. #SubsidiBBM


Pertama, kita punya pasal 33 UUD 1945. Pasal inilah yang akan menghalangi elite melakukan liberalisasi pasar. #SubsidiBBM


Sambil tidak pernah memeberitahu cara hitung #SubsidiBBM eh malah naikkan harga.


Pasal 33 itu mandatnya jelas, "mas, ini ada minyak di perut bumi, tolong di ambil buat rakyat ya, jangan jual". #SubsidiBBM


Jadi pada dasarnya BBM itu gratis..seperti air dan udara. Itu roh dari pasal 33. Apa mungkin? #SubsidiBBM


Tentu tidak mungkin (gratis) karena meski BBM adalah "hajat hidup orang banyak" tetap ada "ongkos produksi". #SubsidiBBM


Ongkos produksi inilah yang harus dihitung...secara transparan dan terbuka. #SubsidiBBM

Banyak pakar yang tidak setuju dengan cara menghitung pertamina. Lalu mengusulkan cara lain. #SubsidiBBM


Tapi apapun cara itu...pasti kita akan punya angka yang menunjukkan bahwa definisi #SubsidiBBM ini sungguh meleset.


Masalahnya kita punya pasal 33 tadi...ia tidak saja membatasi kita dari komponen harga pasar dunia. #SubsidiBBM


Pasal 33 juga secara implisit melarang negara berbisnis dengan rakyat sendiri. #SubsidiBBM

Karena itu, daripada muter2 memainkan arti #SubsidiBBM, lebih baik pemerintah berterusterang dan minta maaf.


Bilang saja: "minta maaf karena kami akan menabrak janji kami dalam kampanye pilpres lalu". #SubsidiBBM


Bilang saja bahwa kami perlu uang dan tidak bisa cari di tempat lain kecuali membebani rakyat. #SubsidiBBM


Bilang aja kami terpaksa mencabut kesejahteraan rakyat sebagiannya untuk dibagikan ke sebagiannya. #SubsidiBBM


Dulu PDIP membuat buku berjudul "1001 cara selain menaikkan harga BBM". Bilang aja ternyata gak mampu. #SubsidiBBM


Kejujuran ini akan lebih dihargai karena memang kenyataannya kan pemerintah perlu uang. #SubsidiBBM


Pemerintah kesulitan cari uang di tempat lain Dan uang mudah itu ada di kantong rakyat. #SubsidiBBM


Uang mudah dan murah itu ada di kantong tukang ojek. #SubsidiBBM


Uang mudah dan murah itu ada di kantong 98 juta pengendara motor yg motornya dipakai cari makan. #SubsidiBBM


Uang mudah dan murah itu ada di kantong pengusaha kecil dan Koperasi. #SubsidiBBM


Uang mudah dan murah itu ada di kantong pengusaha angkutan yg terpaksa membebani penumpang. #SubsidiBBM


Kalau pengusaha besar dan elite rasional karena Mobil mereka tidak pakai premium yang harganya naik. #SubsidiBBM


Kalau pengusaha besar dkk tidak keberatan mungkin sebagiannya karena mereka ingin yang kecil gulung tikar. #SubsidiBBM


Pasar, di suatu masa dapat bersekongkol dengan negara menciptakan sadisme dan pembunuhan massal. #SubsidiBBM


Karena itulah kita memerlukan negara yang baik dan dipimpin orang baik tapi harus punya otak. #SubsidiBBM


Mari kita doakan pemimpin kita agar diberikan kecerdasan untuk mengerti kejahatan pasar. #SubsidiBBM


Pak @jokowi_do2 harus punya pembisik yang baik tapi juga cerdas. #SubsidiBBM


Saya agak takut melihat presentasi presiden @jokowi_do2 beberapa kali. #SubsidiBBM


Sepertinya ia tidak sadar menjadi corong pedagang besar. Sejak awal. #SubsidiBBM


Sewaktu kampanye menjadi corong "perasaan rakyat " dan setelah terpilih menjadi corong modal besar. #SubsidiBBM


Sekarang @jokowi_do2 nampak belum fasih. Tapi Saya khawatir jika makin fasih.#SubsidiBBM


Besok setelah ia fasih dan mengatakan "ini pikirannya sendiri" maka selesai sudah. #SubsidiBBM


Presiden @jokowi_do2 adalah pilihan rakyat yang sah dan berjuta harapan dipundaknya. #SubsidiBBM


Mari kita jaga dia pak @jokowi_do2 dari godaan syaiton yang terkutuk. #SubsidiBBM


Mari kita bantu beliau @jokowi_do2 dengan terus mengingatkannya. Sebab pujian akan mematikannya. #SubsidiBBM


Mohon maaf bahasa sy malam ini agak to the point. Sebab ini soal publik. #SubsidiBBM


Penyembah @jokowi_do2 saya mohon tutup kuping dulu. Nanti sakit. #SubsidiBBM


Sahabat @jokowi_do2 yang jujur mari kita kerjasama membantu beliau agar sukses. #SubsidiBBM


Sukses beliau adalah sukses kita semua. #SubsidiBBM


Semoga....




*dari twit @Fahrihamzah (18/11/2014)

Kamis

Kenaikan Harga BBM: Jokowi Vs Prabowo






Para Jokowers berkata, “Kalau Prabowo yang jadi presiden, dia pun pasti menaikkan harga BBM. Bahkan dia pernah berkata akan menaikkan harga BBM jadi Rp12.000. Sedangkan Jokowi cuma Rp8.500. Jadi lebih bagus Jokowi, kan?“

Itulah salah satu argumen para Jokowers dalam membela diri.
Maka, berikut saya jelaskan, ya:

1. Penolakan kami terhadap kenaikan harga BBM tak ada hubungannya dengan Prabowo atau siapapun. Jokowi menaikkan harga BBM, maka itulah yang kami lawan.
Memang kalian ini suka banget menghubung-hubungkan hal-hal yang tak perlu dihubungkan!

2. Jika Prabowo yang jadi presiden, dan dia menaikkan harga BBM, maka kami pun pasti menentangnya.
Bagi kalian, Jokowi mungkin seperti nabi yang tak pernah salah dan tak boleh dikritik. Tapi bagi kami, Prabowo adalah manusia biasa yang bisa saja berbuat salah. Kalau dia benar, kami dukung. Kalau dia salah, ngapain juga dibela-bela! Kurang kerjaan amat!

3. Memang ada berita di masa lalu yang menyebutkan Prabowo akan menaikkan harga BBM jika dia jadi presiden. Oke, kita asumsikan saja bahwa berita itu benar.
Maka jika Prabowo jadi presiden, lantas dia menaikkan harga BBM, berarti dia MENEPATI JANJINYA. 

Betul?

Sedangkan Jokowi?
Dia dulu berkata tak akan menaikkan harga BBM. Tapi ternyata, dia akhirnya menaikkan harga BBM

Artinya, Jokowi INGKAR JANJI.

Itulah bedanya Prabowo dengan Jokowi.

Paham?




~source: http://jonru.com/2014/11/18/kenaikan-harga-bbm-jokowi-vs-prabowo/


Selasa

Sebuah Kontemplasi



Pada suatu malam di bulan Ramadan, di sebuah toko busana Magelang, terjadi percakapan sederhana namun sarat makna antara sekelompok pemuda & pemudi dari suatu komunitas sosial Senyum Community (SC) dan 8 orang anak Panti Asuhan Darul Ilmi (PA).



SC: Ayo kesini, kamu kan sudah milih baju lebaran, sekarang gantian milih sarung yang kamu suka ya!


PA: Iya, tapi maaf kalo minta selain sarung boleh enggak?


SC: Loh, kalo bukan sarung trus pengen apa?


PA: Pengen mukena aja.


SC: Wah, kamu kan laki-laki, mukena itu untuk perempuan lho.


PA: Iya, mukena itu memang untuk perempuan, tapi itu bukan untuk saya kok. 

(Saya cukup dibelikan baju saja udah senang).

SC: Kalo bukan untuk kamu, trus untuk siapa?


PA: Untuk adik perempuan saya. Saya pengen ngasih mukena untuk adik saya pas lebaran nanti.


SC: Jlebbb!!! *speechless*



Sejenak saya (kami) tersentak haru mendengarnya. Terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Sungguh luar biasa seorang kakak yang ingat dan ingin membahagiakan adiknya, meskipun harus 'mengorbankan' kesenangan/haknya.


Semoga cerita sederhana tersebut dapat kita jadikan renungan dan inspirasi untuk lebih 'mau berbagi' dengan sesama. Karena kebahagiaan sesungguhnya itu terlahir ketika kita dapat membahagiakan orang lain.


Salam


@apriliado