<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450</id><updated>2012-02-16T21:29:25.999+07:00</updated><category term='cinta dan sayang'/><category term='motivasi'/><category term='macapat'/><category term='serat jayabaya'/><category term='puisi'/><category term='semangkuk bakmi'/><category term='pitutur luhur jawa'/><category term='raden apriliado rustiawan'/><category term='kebudayaan jawa'/><category term='sejarah perkembangan macapat'/><category term='metrum macapat'/><category term='adiluhung jawa'/><category term='sebuah renungan'/><category term='ngayogyakarta hadiningrat'/><category term='menghargai orang lain'/><category term='aja dumeh'/><category term='artikel inspirasi'/><category term='suka'/><category term='jawa'/><title type='text'>Raden Apriliado Rustiawan</title><subtitle type='html'>aku iki wong Jawa kang ora ilang Jawane</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-608401231247032389</id><published>2009-05-22T12:31:00.003+07:00</published><updated>2009-05-22T12:34:57.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel inspirasi'/><title type='text'>If Not Now, Then When?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Berpikir soal makna kehidupan dan mengapa kita hidup hampir membuat Anda gila karena sampai saat ini pun belum ada yang bisa memberi jawabannya. Namun apakah itu berarti Anda harus menyerah dan tak melakukan apa-apa dengan hidup Anda?&lt;br /&gt;Anda tentu menyadari waktu terus berjalan, jika dulu rambut Anda bagaikan seikat rumput halus, kini tumbuh menjadi gandum nan lebat dan subur. Warna hijaunya sedikit demi sedikit beralih menjadi kekuningan, kemudian kuning dan ranum. Saat mencapai puncak keemasan, apakah Anda akan diam menyembunyikan diri dan menunggu sampai warna emasnya berubah menjadi kecoklatan dan menghitam karena busuk?&lt;br /&gt;Tidakkah Anda ingin menyumbangkan sesuatu dan mengabdikan hidup Anda demi sesuatu yang lebih berarti? Misalnya saja ketika bulir-bulir gandum Anda ranum, Anda membagikannya untuk mereka yang lapar dan membutuhkan. Hal kecil yang Anda lakukan tadi setidaknya membuat Anda merasa lebih berarti, ketimbang menunggu sampai batang gandum menjadi coklat, hitam dan kemudian busuk.&lt;br /&gt;Atau mungkin Anda pernah naik taksi, ketika Anda masuk ke dalam taksi argometer langsung dijalankan. Saat Anda bingung menentukan tujuan dan tak tahu harus ke mana, si argo tetap berdetik dan nominal terus bertambah. Dan ketika Anda sudah tahu akan pergi ke mana, argo juga berdetik sama seperti saat Anda diam tadi. Sama-sama bayar dan mengeluarkan kocek, Anda bisa memilih, mengeluarkan kocek untuk kemudian menghasilkan sesuatu atau tanpa menghasilkan apa-apa.&lt;br /&gt;Berdiam atau melakukan sesuatu, waktu akan terus berlalu. Dan Anda bebas memilih, tetap diam dan menunggu sampai bulir gandum Anda membusuk atau membagikan bulir emas Anda pada orang lain. Tak hanya sekedar mengejar &lt;em&gt;prestise&lt;/em&gt; diri, namun menjadi gandum yang berarti.&lt;br /&gt;Berdiam di dalam taksi dan membiarkan argo tetap berjalan, dan membayar nomimal yang muncul di layar argo, namun tetap di tempat Anda semula. Dalam artian Anda rugi karena tak melakukan apa-apa namun harus membayar. Atau menuju ke tempat tujuan dan membayar sesuai nominal, dan sampai di tujuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, kenapa harus membuat Anda bingung. &lt;em&gt;Let's do something&lt;/em&gt;! Sesuatu yang menurut Anda akan membuat hidup Anda lebih berwarna. Kalau bukan sekarang kapan lagi? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;(c) Agatha Yunita - KapanLagi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-608401231247032389?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/608401231247032389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/05/if-not-now-then-when.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/608401231247032389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/608401231247032389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/05/if-not-now-then-when.html' title='If Not Now, Then When?'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-1795743874472876424</id><published>2009-03-30T13:43:00.002+07:00</published><updated>2009-03-30T13:48:47.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Pada Sebuah Bisik</title><content type='html'>daun baru saja mengering&lt;br /&gt;gamang mengakhiri musim&lt;br /&gt;terselip kenangan&lt;br /&gt;pekat di ujung bibir&lt;br /&gt;&lt;br\&gt;&lt;br /&gt;kemarin lukanya telah mengering&lt;br /&gt;menatap pedih bersebelah lalu&lt;br /&gt;setia mengiring sakit&lt;br /&gt;tanpa memaling luka&lt;br /&gt;&lt;br\&gt;&lt;br /&gt;baru saja menantimu&lt;br /&gt;perih juga mengering&lt;br /&gt;senyap berkawan secawan airmata&lt;br /&gt;enggan berpaling dari parasmu&lt;br /&gt;&lt;br\&gt;&lt;br /&gt;menatap dalam hening:gejolak rindu&lt;br /&gt;menyesaki setiap perjalanan&lt;br /&gt;memetakanku jalan pulang&lt;br /&gt;dalam catatan usang tak bertepi&lt;br /&gt;&lt;br\&gt;&lt;br /&gt;gemetar kehilangan&lt;br /&gt;selaksa tanya&lt;br /&gt;tingkap pengertian&lt;br /&gt;&lt;br\&gt;&lt;br /&gt;hembusan nafasmu&lt;br /&gt;tawari sekuntum bunga tidur&lt;br /&gt;pada tanya harga selembar daun untuk mengukir masa?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;:keriput saat cinta mengejaku menjadi makna&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-1795743874472876424?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/1795743874472876424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/03/pada-sebuah-bisik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/1795743874472876424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/1795743874472876424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/03/pada-sebuah-bisik.html' title='Pada Sebuah Bisik'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-4811341771708424675</id><published>2009-02-23T13:19:00.002+07:00</published><updated>2009-02-26T14:40:08.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aja dumeh'/><title type='text'>Aja Dumeh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aja dumeh mujudake pitutur luhur warisane para leluhur lan pinisepuh kang ngemu teges supaya jalma manungsa utawa titah sewantah anggone nglakoni penguripane ana ing alam donya ora ngendelake aji mumpung. Dumeh, mujudake kahanan kajiwan kang njalari sawijining pawongan nggunakake kesempatan (aji mumpung) kanggo kepentingane dhewe tanpa ngelingi sak padhane urip. Kesempatan kasebut ing ndhuwur bisa maujud drajat, pangkat, bandha donya, panguwasa, ilmu linuwih, kebagusane rupa lan liyane. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ing donya Eropa utawa dunia barat uga nduweni sanepa “&lt;em&gt;power tends to corrupt&lt;/em&gt;” kang nduweni teges yen kuwasa bisa njalari wong kang nyekel kuwasa kuwi nylewengake kekuwasaane kanggo kepentingane pribadhi lan ngianati marang wong kang ngamanati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wong urip mono kudu tansah eling marang kang nitahake urip ing alam donya, kudu tansah mawas marang sangkan paraning dumadi. Seko ngendi bibit kawite urip, ana ngendi saiki dumunung lan papan ngendi kang tembene bakal dituju. Kahanan kang bisa direngkuh ora kena njalari lali marang kodrate minangka kawulane Gusti. Kanthi mengkono sifat aja dumeh bisa njalari wong tansah eling marang asal-usule, sahengga ora nglali yen apa kang diduweni mung minangka titipan utawa amanate kang gawe urip. Sikep ini bisa nyurung supaya manungsa tansah nyukuri peparingane Gusti, kanthi nggunakake peparingane mau kanggo nyengkuyung kewajibane minangka khalifahe Gusti ing alam donya, kang nduweni kewajiban memayu hayuning bawana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kahanan urip kang dilakoni manungsa kena digambarake kaya dene cakramanggilingan utawa rodha kreta, kang ana sakperangane rodha sakwijining wektu mapan ing dhuwur nanging ing kala wektu liyane ganti mapan ing ngisor. Urip mujudake ganti gumiliring nasib. Mula saka kuwi nalikane wong lagi nduweni nasib kang apik ora kena gumedhe lan umuk marang sak padha-padha lan nalikane ngalami nasib kang ala uga aja nglokro utawa mutung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala wong urip diparingi kanikmatan kang tanpa kinira. Ana ing kahanan iki pitutur aja dumeh trep banget kanggo diamalake. Wong kudu tansah syukur lan uga kudu loma marang sak padhaning urip, ora kena umuk lan gumedhe nanging kudu tansah bisa sakmadya lan andhap asor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ana uga kahanane urip kang lagi diparingi pacoban nganti kadangkala wong sing rumangsa ora kuwat nglakoni kahanan mau nduweni panganggep yen donyane wis kiamat. Ngadepi kahanan mengkene, manungsa kudu tansah pasrah sumarah marang kang gawe urip lan sabar anarima ing pandum. Manungsa kudu nduweni keyakinan yen pacoban mau uga mujudake wujud katresnane Gusti kanggo nggembleng manungsa supaya tatag lan tanggon anggone nglakoni uripe.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aja dumeh ngajarake manungsa tansah mawas diri lan nduweni keyakinan kang kuat menawa urip ing alam donya iki mung sakwetara mampir ngombe. Kabeh lelakone urip mujudake proses kang ora langgeng lan kabeh bakale dijaluk pertanggungjawabane mbesuk ing alam akherat.&lt;br /&gt;Sifat utawa watak aja dumeh bisa diwedhar kanthi pitutur kayadene:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Aja dumeh kuwasa, tumindake daksura lan daksiya marang sakpadha-padha.&lt;br /&gt;2. Aja dumeh pinter, banjur tumindak keblinger.&lt;br /&gt;3. Aja dumeh sugih, banjur tumindak lali marang wong ringkih.&lt;br /&gt;4. Aja dumeh menang, tumindake sak wenang-wenang.&lt;br /&gt;5. Aja dumeh bagus, banjur gumagus.&lt;br /&gt;6. Aja dumeh ayu, banjur kemayu, lan sakpiturute.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Nyawa mung gaduhan, bandha donya mung sampiran”, mengkono pituture para winasis. Kanthi mengkono sejatine manungsa urip ing alam donya ora duwe apa-apa. Kayadene nalika dilahirake manungsa ora nggawa apa-apa, semono uga mengko yen wis tumeka titi wancine sowan ing ngarsa Gustine uga ora sangu apa-apa. Dadi apa kang bisa diumukake manungsa? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-4811341771708424675?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/4811341771708424675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/02/aja-dumeh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/4811341771708424675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/4811341771708424675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/02/aja-dumeh.html' title='Aja Dumeh'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-51731127114883914</id><published>2009-02-23T12:45:00.004+07:00</published><updated>2009-03-05T12:32:55.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pitutur luhur jawa'/><title type='text'>Pitutur Luhur Jawa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aja sira deksura, ngaku luwih pinter tinimbang sejene. Aja rumangsa bener dhewe, jalaran ing donya iki ora ana sing bener dhewe. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Janganlah congkak, merasa lebih pandai daripada yang lain. Jangan merasa engkau yang paling benar, sebab di dunia ini tidak ada yang paling benar. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aja semangkeyan rumangsa dadi wong sugih, nuli lali marang wong tuwane, jalaran iku ateges ora mikani Pangeran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Jangan sok merasa menjadi orang kaya, sehingga melupakan orang tuanya sendiri, sebab hal yang demikian ini sama dengan tidak mengakui kebesaran Tuhan. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Aja melik darbeking liyan. Aja cidra ing janji. Aja kumalungkung. Aja kumingsung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Jangan menghendaki (secara tak sah) kepunyaan orang lain. Jangan mengingkari janji. Jangan merasa lebih dari yang lain. Jangan merasa benar dan paling berkuasa sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aja gawe serik atining liyan. Aja ngumbar hawa nafsu, mundhak sengsara uripe. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Jangan suka menyakiti hati orang lain. Jangan melampiaskan hawa nafsu secara tak terkendali, jika tidak ingin sengsara hidupnya. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Aja lali marang kebecikaning liyan. Lan aja lali uga marang panggawe becik, jalaran panggawe becik iku minangka dalane mulyanira. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Jangan lupa akan kebaikan orang lain. Dan jangan sampai lupa untuk berbuat baik sebab hanya lewat perbuatan yang baik itu dapat menemukan jalan menuju kemuliaanmu.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Tuna satak bati sanak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Rugi uang tidak apa yang penting dapat saudara. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-51731127114883914?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/51731127114883914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/02/pitutur-luhur-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/51731127114883914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/51731127114883914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/02/pitutur-luhur-jawa.html' title='Pitutur Luhur Jawa'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-145622759043924561</id><published>2009-02-18T15:32:00.002+07:00</published><updated>2009-03-05T12:53:34.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serat jayabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adiluhung jawa'/><title type='text'>Serat Jayabaya</title><content type='html'>Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.&lt;br /&gt;Tanah Jawa kalungan wesi.&lt;br /&gt;Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.&lt;br /&gt;Kali ilang kedhunge.&lt;br /&gt;Pasar ilang kumandhang.&lt;br /&gt;Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.&lt;br /&gt;Bumi saya suwe saya mengkeret.&lt;br /&gt;Sekilan bumi dipajeki.&lt;br /&gt;Jaran doyan mangan sambel.&lt;br /&gt;Wong wadon nganggo pakeyan lanang.&lt;br /&gt;Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.&lt;br /&gt;Akeh janji ora ditetepi.&lt;br /&gt;Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.&lt;br /&gt;Manungsa padha seneng nyalah.&lt;br /&gt;Ora ngendahake hukum Allah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Barang jahat diangkat-angkat.&lt;br /&gt;Barang suci dibenci.&lt;br /&gt;Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.&lt;br /&gt;Lali kamanungsan.&lt;br /&gt;Lali kabecikan.&lt;br /&gt;Lali sanak lali kadang.&lt;br /&gt;Akeh bapa lali anak.&lt;br /&gt;Akeh anak wani nglawan ibu.&lt;br /&gt;Nantang bapa.&lt;br /&gt;Sedulur padha cidra.&lt;br /&gt;Kulawarga padha curiga.&lt;br /&gt;Kanca dadi mungsuh.&lt;br /&gt;Akeh manungsa lali asale.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ukuman Ratu ora adil.&lt;br /&gt;Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.&lt;br /&gt;Akeh kelakuan sing ganjil.&lt;br /&gt;Wong apik-apik padha kapencil.&lt;br /&gt;Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.&lt;br /&gt;Luwih utama ngapusi.&lt;br /&gt;Wegah nyambut gawe.&lt;br /&gt;Kepingin urip mewah.&lt;br /&gt;Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.&lt;br /&gt;Wong bener thenger-thenger.&lt;br /&gt;Wong salah bungah.&lt;br /&gt;Wong apik ditampik-tampik.&lt;br /&gt;Wong jahat munggah pangkat.&lt;br /&gt;Wong agung kasinggung.&lt;br /&gt;Wong ala kapuja.&lt;br /&gt;Wong wadon ilang kawirangane.&lt;br /&gt;Wong lanang ilang kaprawirane.&lt;br /&gt;Akeh wong lanang ora duwe bojo.&lt;br /&gt;Akeh wong wadon ora setya marang bojone.&lt;br /&gt;Akeh ibu padha ngedol anake.&lt;br /&gt;Akeh wong wadon ngedol awake.&lt;br /&gt;Akeh wong ijol bebojo.&lt;br /&gt;Wong wadon nunggang jaran.&lt;br /&gt;Wong lanang linggih plangki.&lt;br /&gt;Randha seuang loro.&lt;br /&gt;Prawan seaga lima.&lt;br /&gt;Dhudha pincang laku sembilan uang.&lt;br /&gt;Akeh wong ngedol ngelmu.&lt;br /&gt;Akeh wong ngaku-aku.&lt;br /&gt;Njabane putih njerone dhadhu.&lt;br /&gt;Ngakune suci, nanging sucine palsu.&lt;br /&gt;Akeh bujuk akeh lojo.&lt;br /&gt;Akeh udan salah mangsa.&lt;br /&gt;Akeh prawan tuwa.&lt;br /&gt;Akeh randha nglairake anak.&lt;br /&gt;Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.&lt;br /&gt;Agama akeh sing nantang.&lt;br /&gt;Prikamanungsan saya ilang.&lt;br /&gt;Omah suci dibenci.&lt;br /&gt;Omah ala saya dipuja.&lt;br /&gt;Wong wadon lacur ing ngendi-endi.&lt;br /&gt;Akeh laknat.&lt;br /&gt;Akeh pengkianat.&lt;br /&gt;Anak mangan bapak.&lt;br /&gt;Sedulur mangan sedulur.&lt;br /&gt;Kanca dadi mungsuh.&lt;br /&gt;Guru disatru.&lt;br /&gt;Tangga padha curiga.&lt;br /&gt;Kana-kene saya angkara murka.&lt;br /&gt;Sing weruh kebubuhan.&lt;br /&gt;Sing ora weruh ketutuh.&lt;br /&gt;Besuk yen ana peperangan.&lt;br /&gt;Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.&lt;br /&gt;Akeh wong becik saya sengsara.&lt;br /&gt;Wong jahat saya seneng.&lt;br /&gt;Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul.&lt;br /&gt;Wong salah dianggep bener.&lt;br /&gt;Pengkhianat nikmat.&lt;br /&gt;Durjana saya sempurna.&lt;br /&gt;Wong jahat munggah pangkat.&lt;br /&gt;Wong lugu kebelenggu.&lt;br /&gt;Wong mulya dikunjara.&lt;br /&gt;Sing curang garang.&lt;br /&gt;Sing jujur kojur.&lt;br /&gt;Pedagang akeh sing keplarang.&lt;br /&gt;Wong main akeh sing ndadi.&lt;br /&gt;Akeh barang haram.&lt;br /&gt;Akeh anak haram.&lt;br /&gt;Wong wadon nglamar wong lanang.&lt;br /&gt;Wong lanang ngasorake drajate dhewe.&lt;br /&gt;Akeh barang-barang mlebu luang.&lt;br /&gt;Akeh wong kaliren lan wuda.&lt;br /&gt;Wong tuku ngglenik sing dodol.&lt;br /&gt;Sing dodol akal okol.&lt;br /&gt;Wong golek pangan kaya gabah diinteri.&lt;br /&gt;Sing kebat kliwat.&lt;br /&gt;Sing telah sambat.&lt;br /&gt;Sing gedhe kesasar.&lt;br /&gt;Sing cilik kepleset.&lt;br /&gt;Sing anggak ketunggak.&lt;br /&gt;Sing wedi mati.&lt;br /&gt;Sing nekat mbrekat.&lt;br /&gt;Sing jerih ketindhih.&lt;br /&gt;Sing ngawur makmur.&lt;br /&gt;Sing ngati-ati ngrintih.&lt;br /&gt;Sing ngedan keduman.&lt;br /&gt;Sing waras nggagas.&lt;br /&gt;Wong tani ditaleni.&lt;br /&gt;Wong dora ura-ura.&lt;br /&gt;Ratu ora netepi janji, musna panguwasane.&lt;br /&gt;Bupati dadi rakyat.&lt;br /&gt;Wong cilik dadi priyayi.&lt;br /&gt;Sing mendele dadi gedhe.&lt;br /&gt;Sing jujur kojur.&lt;br /&gt;Akeh omah ing ndhuwur jaran.&lt;br /&gt;Wong mangan wong.&lt;br /&gt;Anak lali bapak.&lt;br /&gt;Wong tuwa lali tuwane.&lt;br /&gt;Pedagang adol barang saya laris.&lt;br /&gt;Bandhane saya ludhes.&lt;br /&gt;Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.&lt;br /&gt;Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara.&lt;br /&gt;Sing edan bisa dandan.&lt;br /&gt;Sing bengkong bisa nggalang gedhong.&lt;br /&gt;Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.&lt;br /&gt;Ana peperangan ing njero.&lt;br /&gt;Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham.&lt;br /&gt;Durjana saya ngambra-ambra.&lt;br /&gt;Penjahat saya tambah.&lt;br /&gt;Wong apik saya sengsara.&lt;br /&gt;Akeh wong mati jalaran saka peperangan.&lt;br /&gt;Kebingungan lan kobongan.&lt;br /&gt;Wong bener saya thenger-thenger.&lt;br /&gt;Wong salah saya bungah-bungah.&lt;br /&gt;Akeh bandha musna ora karuan lungane. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe&lt;br /&gt;Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.&lt;br /&gt;Bejane sing lali, bejane sing eling.&lt;br /&gt;Nanging sauntung-untunge sing lali.&lt;br /&gt;Isih untung sing waspada.&lt;br /&gt;Angkara murka saya ndadi.&lt;br /&gt;Kana-kene saya bingung.&lt;br /&gt;Pedagang akeh alangane.&lt;br /&gt;Akeh buruh nantang juragan.&lt;br /&gt;Juragan dadi umpan.&lt;br /&gt;Sing suwarane seru oleh pengaruh.&lt;br /&gt;Wong pinter diingar-ingar.&lt;br /&gt;Wong ala diuja.&lt;br /&gt;Wong ngerti mangan ati.&lt;br /&gt;Bandha dadi memala.&lt;br /&gt;Pangkat dadi pemikat.&lt;br /&gt;Sing sawenang-wenang rumangsa menang.&lt;br /&gt;Sing ngalah rumangsa kabeh salah.&lt;br /&gt;Ana Bupati saka wong sing asor imane.&lt;br /&gt;Patihe kepala judhi.&lt;br /&gt;Wong sing atine suci dibenci.&lt;br /&gt;Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.&lt;br /&gt;Pemerasan saya ndadra.&lt;br /&gt;Maling lungguh wetenge mblenduk.&lt;br /&gt;Pitik angrem saduwure pikulan.&lt;br /&gt;Maling wani nantang sing duwe omah.&lt;br /&gt;Begal pada ndhugal.&lt;br /&gt;Rampok padha keplok-keplok.&lt;br /&gt;Wong momong mitenah sing diemong.&lt;br /&gt;Wong jaga nyolong sing dijaga.&lt;br /&gt;Wong njamin njaluk dijamin.&lt;br /&gt;Akeh wong mendem donga.&lt;br /&gt;Kana-kene rebutan unggul.&lt;br /&gt;Angkara murka ngombro-ombro.&lt;br /&gt;Agama ditantang.&lt;br /&gt;Akeh wong angkara murka.&lt;br /&gt;Nggedhekake duraka.&lt;br /&gt;Ukum agama dilanggar.&lt;br /&gt;Prikamanungsan di-iles-iles.&lt;br /&gt;Kasusilan ditinggal.&lt;br /&gt;Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.&lt;br /&gt;Wong cilik akeh sing kepencil.&lt;br /&gt;Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.&lt;br /&gt;Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.&lt;br /&gt;Lan duwe prajurit.&lt;br /&gt;Negarane ambane saprawolon.&lt;br /&gt;Tukang mangan suap saya ndadra.&lt;br /&gt;Wong jahat ditampa.&lt;br /&gt;Wong suci dibenci.&lt;br /&gt;Timah dianggep perak.&lt;br /&gt;Emas diarani tembaga.&lt;br /&gt;Dandang dikandakake kuntul.&lt;br /&gt;Wong dosa sentosa.&lt;br /&gt;Wong cilik disalahake.&lt;br /&gt;Wong nganggur kesungkur.&lt;br /&gt;Wong sregep krungkep.&lt;br /&gt;Wong nyengit kesengit.&lt;br /&gt;Buruh mangluh.&lt;br /&gt;Wong sugih krasa wedi.&lt;br /&gt;Wong wedi dadi priyayi.&lt;br /&gt;Senenge wong jahat.&lt;br /&gt;Susahe wong cilik.&lt;br /&gt;Akeh wong dakwa dinakwa.&lt;br /&gt;Tindake manungsa saya kuciwa.&lt;br /&gt;Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.&lt;br /&gt;Hore! Hore!&lt;br /&gt;Wong Jawa kari separo.&lt;br /&gt;Landa-Cina kari sejodho.&lt;br /&gt;Akeh wong ijir, akeh wong cethil.&lt;br /&gt;Sing eman ora keduman.&lt;br /&gt;Sing keduman ora eman.&lt;br /&gt;Akeh wong mbambung.&lt;br /&gt;Akeh wong limbung.&lt;br /&gt;Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-145622759043924561?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/145622759043924561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/02/serat-jayabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/145622759043924561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/145622759043924561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/02/serat-jayabaya.html' title='Serat Jayabaya'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-5623853935985213015</id><published>2009-02-04T15:42:00.003+07:00</published><updated>2009-03-05T12:35:47.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta dan sayang'/><title type='text'>Suka, Cinta dan Sayang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di hadapan orang yang kau cintai,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di hadapan orang yang kau sukai,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Musim dingin tetap saja musim dingin, hanya suasananya sedikit lebih indah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan orang yang kau cintai,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di hadapan orang yang kau sukai,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kau hanya merasa senang dan gembira saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Matamu berkaca-kaca&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Engkau hanya tersenyum saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan orang yang kau cintai,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di hadapan orang yang kau sukai,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis di sisinya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta, ada perasaan yang lebih mendalam, yaitu rasa sayang, rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta, rasa yang tidak mudah berubah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi. Cinta ingin memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia, walaupun harus kehilangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk seseorang yang sedang jatuh cinta...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-5623853935985213015?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/5623853935985213015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/02/suka-cinta-dan-sayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/5623853935985213015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/5623853935985213015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/02/suka-cinta-dan-sayang.html' title='Suka, Cinta dan Sayang'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-1091683199112591742</id><published>2009-01-22T14:56:00.002+07:00</published><updated>2009-03-05T12:36:19.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menghargai orang lain'/><title type='text'>Menghargai Orang Lain</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.&lt;br /&gt;Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, "Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata "tolong", setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan "maaf", saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan "terima kasih" kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak. Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin."&lt;br /&gt;Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.&lt;br /&gt;Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Renungan: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Tiga kata "terima kasih, maaf, dan tolong" adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.&lt;br /&gt;Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.&lt;br /&gt;Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;source: andrie wongso&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-1091683199112591742?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/1091683199112591742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/01/menghargai-orang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/1091683199112591742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/1091683199112591742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/01/menghargai-orang-lain.html' title='Menghargai Orang Lain'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-5461139014829032915</id><published>2009-01-22T14:48:00.002+07:00</published><updated>2009-03-05T12:37:05.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semangkuk bakmi'/><title type='text'>Semangkuk Bakmi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.&lt;br /&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.&lt;br /&gt;Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ”Ya, tetapi aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu.“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai.“Tidak apa-apa, aku hanya terharu" jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.&lt;br /&gt;“Bahkan, seorang yang baru ku kenal pun memberi aku semangkuk bakmi! Tetapi ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah!”“Kau, seorang yang baru ku kenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”.&lt;br /&gt;Ana, terhenyak mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru ku kenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.&lt;br /&gt;Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan menangislah ia di hadapan ibunya.&lt;br /&gt;Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi, kepada orang yang sangat dekat dengan kita, keluarga, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;RENUNGAN:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Bagaimanapun kita tidak boleh melupakan jasa orang tua kita. Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja, tetapi kasih dan kepedulian orang tua kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir. Pikirkanlah hal itu! Apakah kita mau menghargai pengorbanan tanpa syarat dari orang tua kita? Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itu hal yang indah di hadapan Tuhan! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-5461139014829032915?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/5461139014829032915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/01/semangkuk-bakmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/5461139014829032915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/5461139014829032915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/01/semangkuk-bakmi.html' title='Semangkuk Bakmi'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-5291751466328662315</id><published>2009-01-22T14:32:00.005+07:00</published><updated>2009-03-05T12:37:40.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sebuah renungan'/><title type='text'>Sebuah Renungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp 100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan, namun betapa kecilnya kalau dibawa ke mall untuk dibelanjakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit, namun betapa singkatnya kalau kita melihat film. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan), namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya, namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-Qur’an, namun betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser, namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di masjid. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu, namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Al-Qur’an, namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran, namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci Al-Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Betapa setiap orang ingin masuk surga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir, atau mengatakan apa-apa, atau berbuat apa-apa! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-5291751466328662315?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/5291751466328662315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/01/sebuah-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/5291751466328662315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/5291751466328662315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2009/01/sebuah-renungan.html' title='Sebuah Renungan'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-1631932419391235893</id><published>2008-08-30T15:11:00.004+07:00</published><updated>2009-02-02T12:07:20.637+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebudayaan jawa'/><title type='text'>Kebudayaan Jawa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adalah cukup rumit untuk mendeskripsikan kebudayaan Jawa karena sesungguhnya kebudayaan Jawa tidaklah homogen ataupun homolitik. Itulah sebabnya kenapa &lt;em&gt;Franz Von Magnis&lt;/em&gt; menyatakan bahwa yang dimaksud dengan orang Jawa sesungguhnya adalah konstruksi teoritis, dan tidak menunjuk orang per orang konkret tertentu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para pengamat kebudayaan Jawa banyak yang mencoba mendeskripsikan nilai-nilai hidup orang Jawa seperti sabar, lila, narima. Hal tersebut oleh &lt;em&gt;De Jong&lt;/em&gt; dianggap sebagai sikap hidup Pangestu (paguyuban ngestu tunggal) sebagai usaha manusia untuk mengambil jarak terhadap Jagad Cilik-nya, serta kemudian murni menjadi utusan Tuhan. Secara tajam &lt;em&gt;Darminta&lt;/em&gt; memilah dua macam tradisi dalam kepujanggaan Jawa, yakni tradisi mistis dan tradisi etis. Dalam tradisi mistis inilah kita temukan kesusasteraan Dewa Ruci dan Arjuna Wiwaha yang melukiskan pertemuan manusia dengan Gustinya atau dalam ungkapan yang khas "Jumbuhin Kawula Gusti". Karya-karya sastra itu mengungkapkan perjalanan hidup manusia dalam mencari jati dirinya, identitasnya, sangkan parannya, seperti diungkapkan dalam pementasan wayang semalam suntuk. Tradisi etis menonjol pada dua karya kepujanggaan Jawa, Wedatama dari Mangkunegara IV serta Wulangreh dari Pakubuwana IV. Para pengamat mengambil kesimpulan tentang "etika malu" dari karya-karya tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siklus permainan wayang purwa, merupakan simbol siklus hidup manusia sejak dia dilahirkan sampai kembali ke zaman kelanggengan. Wayang menggambarkan perjalanan kehidupan manusia dalam mencari makna hidupnya dan juga mengungkapkan sejumlah karakter manusia, terutama dari segi perannya di dunia ini. Sehingga hampir dapat dikatakan bahwa wayang adalah sumber inspirasi kehidupan bagi masyarakat Jawa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-1631932419391235893?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/1631932419391235893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2008/08/kebudayaan-jawa_30.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/1631932419391235893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/1631932419391235893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2008/08/kebudayaan-jawa_30.html' title='Kebudayaan Jawa'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-5654687312880353661</id><published>2008-08-30T14:57:00.008+07:00</published><updated>2009-02-02T12:04:25.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah perkembangan macapat'/><title type='text'>Sejarah Perkembangan Macapat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Macapat sebagai sebutan metrum puisi Jawa pertengahan dan Jawa baru, yang hingga kini masih digemari masyarakat, ternyata sulit dilacak sejarah penciptaannya. &lt;em&gt;Purbatjaraka&lt;/em&gt; menyatakan bahwa macapat lahir bersamaan dengan syair berbahasa Jawa tengahan, bilamana macapat mulai dikenal, belum diketahui secara pasti. &lt;em&gt;Pigeud&lt;/em&gt; berpendapat bahwa tembang macapat digunakan pada awal periode Islam. Pernyataan &lt;em&gt;Pigeud&lt;/em&gt; yang bersifat informasi perkiraan itu masih perlu diupayakan kecocokan tahunnya yang pasti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis terhadap beberapa pendapat dan pernyataan, &lt;em&gt;Karseno Saputra &lt;/em&gt;memperkirakan apabila pola metrum yang digunakan pada tembang macapat sama dengan pola metrum tembang tengahan dan tembang macapat tumbuh berkembang sejalan dengan tembang tengahan, maka diperkirakan tembang macapat telah hadir di kalangan masyarakat peminat setidak-tidaknya pada tahun 1541 masehi. Perkiraan itu atas dasar angka tahun yang terdapat pada kidung Subrata, Juga Rasa Dadi Jalma = 1643 Jawa atau 1541 Masehi (&lt;em&gt;Saputra, 1992 : 14&lt;/em&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Penentuan ini berpangkal pijak dari pola metrum macapat yang paling awal yang terdapat pada kidung Subrata. Sekitar tahun itu hidup berkembang puisi berbahasa Jawa kuno, Jawa tengahan dan Jawa baru, yaitu kekawin, kidung dan macapat. Tahun perkiraan itu sesuai pula dengan pendapat &lt;em&gt;Zoetmulder&lt;/em&gt; lebih kurang pada abad XVI di Jawa hidup bersama tiga bahasa, yaitu Jawa kuno, Jawa tengahan dan Jawa baru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dalam Mbombong Manah I (&lt;em&gt;Tejdohadi Sumarto, 1958 : 5&lt;/em&gt;) disebutkan bahwa tembang macapat (yang mencakup 11 metrum) diciptakan oleh Prabu Dewawasesa atau Prabu Banjaran Sari di Sigaluh pada tahun Jawa 1191 atau tahun Masehi 1279. Tetapi menurut sumber lain, tampaknya macapat tidak hanya diciptakan oleh satu orang, tetapi oleh beberapa orang wali dan bangsawan. (&lt;em&gt;Laginem, 1996 : 27&lt;/em&gt;). Para pencipta itu adalah Sunan Giri Kedaton, Sunan Giri Prapen, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Muryapada, Sunan Kali Jaga, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Geseng, Sunan Majagung, Sultan Pajang, Sultan Adi Eru Cakra dan Adipati Nata Praja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Namun berdasarkan kajian ilmiah, ada dua pendapat yang memiliki sedikit perbedaan tentang munculnya macapat. Pendapat pertama bertumpu bahwa tembang macapat lebih tua dibanding tembang gede dan pendapat kedua bertumpu pada anggapan sebaliknya. Selain kedua pendapat itu, ada pendapat lain tentang munculnya macapat berdasarkan perkembangan bahasa, yaitu: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;A). Tembang macapat lebih tua daripada tembang gede&lt;br /&gt;Pendapat pertama beranggapan bahwa tembang macapat lebih tua dari pada tembang gede tanpa wretta atau tembang gede kawi miring. Tembang macapat muncul pada zaman Majapahit akhir ketika pengaruh kebudayaan Islam mulai surut (&lt;em&gt;Danusuprapta, 1981 : 153-154&lt;/em&gt;). Dikemukakan pula oleh &lt;em&gt;Purbatjaraka&lt;/em&gt; bahwa timbulnya macapat bersamaan dengan kidung, dengan anggapan bahwa tembang tengahan tidak ada (&lt;em&gt;Poerbatjaraka, 1952 : 72&lt;/em&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;B). Tembang macapat lebih muda daripada tembang gede&lt;br /&gt;Pendapat kedua beranggapan bahwa tembang macapat muncul pada waktu pengaruh kebudayaan Hindu semakin menipis dan rasa kebangsaan mulai tumbuh, yaitu pada zaman Majapahit akhir. Lahirnya macapat berurutan dengan kidung, lalu muncullah tembang gede berbahasa Jawa pertengahan, berikutnya muncul macapat berbahasa Jawa baru. Dan pada zaman Surakarta awal timbul tembang gede kawi miring. Bentuk gubahan berbahasa Jawa baru yang banyak digemari adalah kidung dan macapat. Proses pemunculannya bermula dari lahirnya karya-karya berbahasa Jawa pertengahan yang biasa disebut dengan kitab-kitab kidung, kemudian muncul karya-karya berbahasa Jawa baru berupa kitab-kitab suluk dan kitab-kitab niti. Kitab suluk dan kitab niti itu memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan macapat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;C). Tembang macapat berdasarkan perkembangan bahasa&lt;br /&gt;Dalam hipotesis &lt;em&gt;Zoetmulder&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;1983 : 35&lt;/em&gt;) disebutkan bahwa secara linguistik bahasa Jawa pertengahan bukan merupakan pangkal bahasa Jawa baru melainkan merupakan dua cabang yang terpisah dan divergen pada bahasa Jawa kuno. Bahasa Jawa kuno merupakan bahasa umum selama periode Hindu Jawa hingga runtuhnya Majapahit. Sejak datangnya pengaruh Islam, bahasa Jawa kuno berkembang menjadi dua arah yang berlainan yang akhirnya memunculkan bahasa Jawa pertengahan dan bahasa Jawa baru. Kemudian bahasa Jawa pertengahan dengan kidungnya berkembang di Bali dan bahasa Jawa baru dengan macapatnya berkembang di Jawa. Bahkan sampai sekarang tradisi penulisan karya sastra Jawa kuno dan pertengahan masih ada di Bali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-5654687312880353661?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/5654687312880353661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2008/08/kebudayaan-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/5654687312880353661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/5654687312880353661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2008/08/kebudayaan-jawa.html' title='Sejarah Perkembangan Macapat'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-6284641021587945391</id><published>2008-08-26T15:45:00.005+07:00</published><updated>2009-02-02T12:03:04.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metrum macapat'/><title type='text'>Metrum Macapat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Metrum Macapat, yang dalam kebudayaan Jawa dikategorisasikan sebagai tembang cilik (kecil), namun jika dikaji secara seksama, sesungguhnya memiliki pengutuban atau mencerminkan nafas tradisi tasawuf (tarekat) Islam yang klop dan harmonis. Tarekat, yang dimaknai sebagai jalan atau stadia manusia dalam mencari kembali bentuk agregasi hubungan kebersamaan Illahi (kemakhlukan dan Ketuhanan atau Manunggaling Kawula Gusti), tercermin secara nyata dalam nama-nama &lt;em&gt;genre&lt;/em&gt; Macapatan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Di mana urutan kesebelas nama tembang Macapat itu, tidak lain mencerminkan perjalanan manusia dari sejak lahir hingga kembali bersatu dengan Tuhan. Artinya, urutan tembang Macapat itu tak lain merupakan dialektika sosial kemanusiaan sekaligus spiritual-religius bagi manusia Jawa dalam mencapai derajat kemanusiaannya yang lebih baik, bermakna dan bermartabat sesuai nafas ajaran (tasawuf) Islam. Karena nama-nama tembang tersebut menunjukkan arti masing-masing sesuai dengan maksud, tujuan dan karakter yang harmonis dengan stadia kehidupan (individu) manusia, berhadapan dengan dimensi keilahian (hablum minallah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Urutan metrum Macapat itu adalah: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;1. Mijil artinya lahir/kelahiran; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;2. Maskumambang (seperti emas yang hanyut) mencerminkan kehidupan manusia masa bayi. Yakni sejak lahir hingga bisa berjalan. Artinya bayi masa ini ibarat ‘emas’, jika tidak dijaga dan dipelihara secara baik, ia hanya akan (hanyut) sia-sia; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;3. Kinanthi atau masa kanak-kanak. Di mana masa ini biasanya, ke manapun orangtuanya pergi, ia selalu ingin ikut. Sehingga dinamakan kinanthi (selalu minta dikanthi). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;4. Sinom adalah cerminan masa remaja; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;5. Dhandhanggula atau masa-masa yang ‘serba manis’ laksana gula. Tidak lain mencerminkan masa pubertas awal; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;6. Asmarandana atau masa percintaan, memasuki usia perkawinan (Asmarandana; berasal dari kata ‘asmara’ dan ‘dahana’/api). Jadi Asmarandana artinya berkobarnya api asmara; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;7. Durma atau masa ‘berdarma’. Yakni masa memasuki realitas kerja yang konkret (usia produktif), sebagaimana seorang ksatria dalam pandangan Hindu. Di mana Durma atau darma juga bermakna berdarma (sedekah) dalam pengertian religius; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;8. Pangkur atau munkar. Yakni masa memalingkan diri (masa pensiun). Di mana Pangkur dalam hal ini lebih bermakna religius ‘mungkuri’ kenikmatan duniawi, untuk lebih mengejar kenikmatan ukrowi (akhirat/spiritual). Dengan jalan lelaku suci, nggegulang kalbu (membina keutamaan jiwa), mencari kekayaan batiniah, dengan banyak beramal dan beribadah untuk bekal kehidupan sesudah mati. Pangkur ini dalam konsepsi tasawuf Islam disebut Ujlah atau memalingkan diri dari kehidupan duniawi untuk menempuh jalan spiritual (tarekat). Atau Sanyasi, bertapa ke hutan dalam konsepsi teologi Hindu;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;9. Megatruh (megat, putus dan ruh/jiwa). Saatnya manusia meninggal; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;10. Pucung (pocong: memasuki alam kubur). Selanjutnya yang terakhir adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;11. Gambuh. Yakni masa di mana ruh kembali ke haribaan Illahi. Gambuh atau Jumbuh. Yaitu Jumbuhing Kawula Gusti. Bersatunya manusia dengan Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;Namun dari urutan nama-nama tembang itu, ada beberapa pendapat yang menempatkan urutan Sekar Gambuh, sesudah Sekar Pangkur. Dengan pertimbangan bahwa Gambuh yang berarti ‘kesesuaian jiwa’ (jumbuh) manusia dengan Tuhan ‘dapat dicapai oleh manusia di dunia, baru kemudian disusul Megatruh (mati). Sedangkan Gambuh dalam urutan terakhir sebagaimana diurai di atas, bermakna sebuah ungkapan esoterik dari kesatuan kembali dengan Tuhan Manunggaling Kawula Gusti dicapai manusia di akhirat, setelah mengalami masa Megatruh dan Pucung (alam kubur).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Metrum Macapat ini muncul karena sebagaimana diungkap oleh pakar mistik-Islam Kejawen, Prof Dr Simuh dalam bukunya Sufisme Jawa (1995) bahwa para wali --mereka yang notabene diidentifikasikan menciptakan metrum Macapat ini-- pada masa itu berdakwah dengan pertama-tama mengubah dan memperkenalkan konsep waktu. Dari konsep waktu yang sirkulair (cakra manggilingan) yang bergerak dari alam pikir ajaran Hindu Buddha yang lebih dulu menguasai alam pikir Jawa, menjadi konsep waktu yang linier Newtonian yang bersifat rasional filosofis dan epistemologis sebagaimana paham modern. Adapun yang menjadi &lt;em&gt;center of mind&lt;/em&gt; atau pusat orientasi dan kesadaran akan kewaktuan yang bersifat linier Newtonian itu adalah Makah (Kabah) yang menjadi kiblat dari seluruh identifikasi dan orientasi spiritual umat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Dengan adanya perubahan dan penggantian konsep waktu ini muaranya kebudayaan Jawa yang masa itu di tangan alam pikir Hindu-Buddha telah mengalami establisme, kembali menemukan watak fleksibilitasnya yang menjadi elemen penting dari proses dan energi budaya. Sehingga kebudayaan Jawa kembali mengalami aktivitas yang dinamis. Terbukti sejak diperkenalkan metrum Macapat ini, kehidupan kebudayaan Jawa menjadi dinamis. Dengan metrum Macapat ini, kemudian di Jawa muncul ribuan karya sastra yang bernafaskan ajaran Islam --termasuk Serat Centhini yang legendaris itu-- tidak bisa dibaca secara pas tanpa bantuan khazanah literer ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Di samping lewat Macapat, kunci penting keberhasilan para Wali Sanga dalam misi dakwahnya menyebarkan Islam di tanah Jawa, karena mereka menggunakan metode yang bersifat kompromis-akomodatif. Artinya sebagaimana yang dipelopori Sunan Giri, Bonang dan Kalijaga, mereka menggunakan media, sarana dan prasarana budaya lokal yang telah berkembang sebelumnya. Seperti lewat ekspresi wayang (teater), gamelan (musik) maupun sastra. Selain itu para Wali juga menciptakan karya-karya baru berdasarkan genre yang sudah ada. Di luar itu juga menyempurnakan dan meluruskan karya-karya yang ada untuk disesuaikan ajaran-ajaran dengan nafas keislaman. Itulah sebabnya, masa itu Islam mudah diterima dan berkembang secara signifikan, tanpa menimbulkan konflik yang berarti. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;source: otto sukatno cr&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-6284641021587945391?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/6284641021587945391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2008/08/metrum-macapat-jawa.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/6284641021587945391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/6284641021587945391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2008/08/metrum-macapat-jawa.html' title='Metrum Macapat'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-1928877912924706413</id><published>2008-08-26T15:26:00.007+07:00</published><updated>2009-02-02T12:01:51.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='macapat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><title type='text'>Macapat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata tembang (nyanyian) bersinonim dengan kidung, kakawin dan gita. Kata kakawin berasal dari bahasa kawi (sanskerta) yang berarti penyair. Kakawin berarti syair, gubahan, kidung, nyanyian (&lt;em&gt;Mardiwarsito, 1981 : 274&lt;/em&gt;). Kata kidung berarti nyanyian sudah dikenal sejak terciptanya karya sastra Jawa kuno. Sedangkan kata tembang baru dijumpai dalam karya sastra Jawa baru. Kemudian kata kakawin, kidung dan tembang digunakan sebagai sebutan bentuk puisi Jawa secara kronologis. Kakawin merupakan sebutan puisi jawa kuno berdasarkan metrum India, Kidung sebagai sebutan puisi jawa pertengahan berdasarkan metrum Jawa dan tembang adalah sebutan puisi Jawa baru berdasarkan metrum Jawa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berkaitan dengan kata tembang, muncul kata macapat yang kemudian digabung menjadi tembang macapat. Kata macapat diperkirakan bukan berasal dari bahasa Jawa kuno atau kawi, dan bukan berasal dari bahasa jawa pertengahan atau Jawa madya, melainkan berasal dari bahasa Jawa baru (&lt;em&gt;Danusuprapta, 1981 : 151&lt;/em&gt;). Bahasa Jawa baru adalah bahasa yang digunakan dalam karya sastra jawa pada akhir abad XVI masehi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Arti macapat menurut &lt;em&gt;Poerwardarminta&lt;/em&gt; yaitu tembang yang biasa digunakan atau terdapat dalam kitab-kitab Jawa baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Karseno Saputra&lt;/em&gt; mendefinisikan :&lt;br /&gt;"Macapat adalah karya sastra berbahasa Jawa baru berbentuk puisi yang disusun menurut kaidah-kaidah tertentu, meliputi guru gatra, guru lagu dan guru wilangan (&lt;em&gt;Saputra, 1992 : 8&lt;/em&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut &lt;em&gt;Budya Pradita&lt;/em&gt; :&lt;br /&gt;"Macapat adalah puisi tradisional Jawa yang ditembangkan secara vokal. Tanpa iringan instrumen apapun dengan patokan-patokan tertentu, meliputi patokan tembang dan patokan sastra" (&lt;em&gt;Purna, 1996 :3&lt;/em&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan definisi diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa yang disebut tembang macapat adalah bentuk tembang yang merupakan bentuk puisi Jawa tradisional yang menggunakan bahasa Jawa baru dengan memiliki aturan-aturan atau patokan-patokan sastra Jawa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-1928877912924706413?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/1928877912924706413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2008/08/penamaan-metrum-macapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/1928877912924706413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/1928877912924706413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2008/08/penamaan-metrum-macapat.html' title='Macapat'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855501625475144450.post-8272320508001579158</id><published>2007-12-29T23:47:00.001+07:00</published><updated>2009-02-02T11:58:50.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngayogyakarta hadiningrat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='raden apriliado rustiawan'/><title type='text'>Sugeng Rawuh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Selamat datang di blog pribadi Apriliado Rustiawan. Untuk selanjutnya, Anda dapat memanggil saya dengan sebutan Aldo. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Saya mohon maaf karena blog ini masih dalam tahap penyelesaian sehingga isinya belum lengkap. Silahkan kunjungi kembali blog ini dalam beberapa hari ke depan untuk tampilan lengkap dan sempurna, terima kasih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1855501625475144450-8272320508001579158?l=apriliado.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriliado.blogspot.com/feeds/8272320508001579158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2007/12/sugeng-rawuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/8272320508001579158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1855501625475144450/posts/default/8272320508001579158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriliado.blogspot.com/2007/12/sugeng-rawuh.html' title='Sugeng Rawuh'/><author><name>R. Apriliado Rustiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02621903462380314928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-FLCouN1DGMI/TfLLt9nZhyI/AAAAAAAAAD8/UXD512Lpl3g/s220/aLdo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
